Nama Nama Asmaul Husna Berjumlah 99 beserta Tabelnya!

Nama Nama Asmaul Husna Berjumlah 99 beserta Tabelnya!

semoga artikel ini bermanfaat dan berguna bagi saudara semua ya, kamu bisa copy paste untuk pribadi ada kelompok, saya sediakan berupa tabel yang dapat teman teman gunakan.

 “Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” [Surat Al-A’raf (7) ayat 180].

Sangat dilarang bagi teman teman semua yang ingin menamai anaknya dengan nama nama Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai mana hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam berikut ini.
Hadits tentang asmaul husna 99 beserta tabelnya

 “Sesungguhnya nama yang paling hina di sisi Allah adalah seseorang yang bernama Malikul-Amlak (Raja semua raja) Tidak ada raja kecuali Allah ‘azza wa jalla.” [HR Muslim 20/2143.]

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang menggunakan nama tersebut, karena di dalamnya terdapat suatu penyerupaan dengan Allah pada nama dan sifat-Nya. Ini semua untuk menjaga tauhid, menjaga hak Allah dan menutup pintu-pintu menuju kesyirikan pada ucapan-ucapan manusia. Karena bisa saja, dengan nama-nama yang sebenarnya hanya dikhususkan untuk Allah, seseorang menyangka bahwa selain Allah yang menggunakan nama tersebut juga memiliki sifat-sifat yang terkandung pada nama tersebut. Ini termasuk syirik.

Malikul-Amlak (Raja semua raja) adalah Allah. Tidak ada yang berhak memiliki gelar itu kecuali Allah. Oleh karena itu, para ulama sepakat akan terlarangnya menggunakan nama-nama jenis ini untuk makhluk-Nya [Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah (XI/335-336)].

Di negara kita banyak orang yang menggunakan nama-nama yang seperti ini atau dipanggil dengan nama-nama tersebut, seperti: Rahman, Shamad, Khaliq, Razzaq dll hal ini tentu tidak diperbolehkan. Berikut ini tabel asmaul husna dan artinya semoga bermanfaat bagi teman teman semuanya.

Tabel Asmaul Husna dan Artinya

No
Nama
Asmaul Husna Bahasa Indonesia
Asmaul Husna Arab
Allah
Allah
الله
1
Ar Rahman
Allah Yang Maha Pengasih
الرحمن
2
Ar Rahiim
Allah Yang Maha Penyayang
الرحيم
3
Al Malik
Allah Yang Maha Merajai (bisa di artikanRaja dari semua Raja)
الملك
4
Al Quddus
Allah Yang Maha Suci
القدوس
5
As Salaam
Allah Yang Maha Memberi Kesejahteraan
السلام
6
Al Mu`min
Allah Yang Maha Memberi Keamanan
المؤمن
7
Al Muhaimin
Allah Yang Maha Mengatur
المهيمن
8
Al `Aziiz
Allah Yang Maha Perkasa
العزيز
9
Al Jabbar
Allah Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
الجبار
10
Al Mutakabbir
Allah Yang Maha Megah, Yang MemilikiKebesaran
المتكبر
11
Al Khaliq
Allah Yang Maha Pencipta
الخالق
12
Al Baari`
Allah Yang Maha Melepaskan (Membuat,MembentukMenyeimbangkan)
البارئ
13
Al Mushawwir
Allah Yang Maha Membentuk Rupa(makhluknya)
المصور
14
Al Ghaffaar
Allah Yang Maha Pengampun
الغفار
15
Al Qahhaar
Allah Yang Maha Menundukkan / Menaklukkan Segala Sesuatu
القهار
16
Al Wahhaab
Allah Yang Maha Pemberi Karunia
الوهاب
17
Ar Razzaaq
Allah Yang Maha Pemberi Rezeki
الرزاق
18
Al Fattaah
Allah Yang Maha Pembuka Rahmat
الفتاح
19
Al `Aliim
Allah Yang Maha Mengetahui (MemilikiIlmu)
العليم
20
Al Qaabidh
Allah Yang Maha Menyempitkan(makhluknya)
القابض
21
Al Baasith
Allah Yang Maha Melapangkan(makhluknya)
الباسط
22
Al Khaafidh
Allah Yang Maha Merendahkan(makhluknya)
الخافض
23
Ar Raafi`
Allah Yang Maha Meninggikan(makhluknya)
الرافع
24
Al Mu`izz
Allah Yang Maha Memuliakan(makhluknya)
المعز
25
Al Mudzil
Allah Yang Maha Menghinakan(makhluknya)
المذل
26
Al Samii`
Allah Yang Maha Mendengar
السميع
27
Al Bashiir
Allah Yang Maha Melihat
البصير
28
Al Hakam
Allah Yang Maha Menetapkan
الحكم
29
Al `Adl
Allah Yang Maha Adil
العدل
30
Al Lathiif
Allah Yang Maha Lembut
اللطيف
31
Al Khabiir
Allah Yang Maha Mengenal
الخبير
32
Al Haliim
Allah Yang Maha Penyantun
الحليم
<div class="MsoNormal" style="margin: 0px

Panduan dzikir waktu petang berdasarkan sunnah

Panduan dzikir waktu petang berdasarkan sunnah, dengna dzikir dan mengingat Allah azza wa jalla hati kita akan merasa tenang. maka lakukan lah dzikir pada waktu senggang sedikitpun.

Dzikir Waktu Petang

(Baca dari tenggelam matahari atau waktu Maghrib hingga pertengahan malam)
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”
#1 Membaca ayat Kursi
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)
Faedah: Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang.[1]
#2 Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ  وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)
Faedah: Siapa yang mengucapkannya masing-masing tiga kali ketika pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya.[2]
#3
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Amsaynaa wa amsal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzihil lailah wa khoiro maa ba’dahaa, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzihil lailah wa syarri maa ba’dahaa. Robbi a’udzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.
Artinya:
“Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca 1 x)
Faedah: Meminta pada Allah kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di malam ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak.[3]
#4
اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
Allahumma bika amsaynaa wa bika ash-bahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir.
Artinya:
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x) [4]
#5 Membaca Sayyidul Istighfar
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1 x)
Faedah: Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga.[5]
#6
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَمْسَيْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ
Allahumma inni amsaytu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikatak wa jami’a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa anta wahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu petang ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4 x)
Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka.[6]
#7
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ugh-taala min tahtii.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)
Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah meninggalkan do’a ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah.[7]
#8
اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurruhu ilaa muslim.
Artinya:
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1 x)
Faedah: Do’a ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash Shiddiq untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur.[8]
#9
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.
Artinya:
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x)
Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba yang memudaratkannya.[9]
#10
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyyaa.
Artinya:
“Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi.” (Dibaca 3 x)
Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan hadits ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas baginya mendapatkan ridha Allah. [10]
#11
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
Artinya:
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” (Dibaca 1 x)
Faedah: Dzikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah supaya diamalkan pagi dan petang. [11]
#12
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhanallah wa bi-hamdih.
Artinya:
“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100 x)
Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhanallah wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak 100 x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.[12]
#13
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
Artinya:
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 1o x)
Faedah: Barangsiapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak sepuluh kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. [13]
#14
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A’udzu bikalimaatillahit-taammaati min syarri maa kholaq.
Artinya:
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya.” (Dibaca 3 x pada waktu petang)
Faedah: Siapa yang mengucapkannya di petang hari, niscaya tidak ada racun atau binatang (seperti: kalajengking) yang mencelakakannya di malam itu.[14]
Riwayat haditsnya :
[1] HR. Al Hakim (1: 562). Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 655.
[2] HR. Abu Daud no. 5082, Tirmidzi no. 3575. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.
[3] HR. Muslim no. 2723. Lihat keterangan Syarh Hisnul Muslim, hal. 161.
[4] HR. Tirmidzi no. 3391 dan Abu Daud no. 5068. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.
[5] HR. Bukhari no. 6306.
[6] HR. Abu Daud no. 5069. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan.
[7] HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.
[8] HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat terakhir (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth bahwa hadits tersebut shahih dilihat dari jalur lainnya (shahih lighoirihi).
[9] HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.
[10] HR. Abu Daud no. 5072, Tirmidzi no. 3389. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan.
[11] HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, An Nasai dalam Al Kubro (381/ 570), Al Bazzar dalam musnadnya (4/ 25/ 3107), Al Hakim (1: 545). Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 227.
[12] HR. Muslim no. 2692.
[13] HR. An Nasai Al Kubra 6: 10.
[14] HR. Ahmad 2: 290. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim. Lihat komentar Syaikh Syu’aib Al Arnauth terhadap hadits ini untuk pengertian hummah diartikan dengan racun atau sengatan kalajengking.

Doa Sholat Dhuha Lengkap Arab Latin dan Artinya

Doa Sholat Dhuha Lengkap

Bacaan Arab Doa Sholat Dhuha
Bacaan Latin Doa Sholat Dhuha
ALLAHUMMA INNADHDHUHA-A DHUHA-UKA, WALBAHAA-ABAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWAATUKA, WAL QUDROTA QUDROTUKA, WAL ‘ISHMATA ISHMATUKA.

ALLAHUMA INKAANA RIZQII FISSAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’SIRON FAYASSIRHU, WAINKAANA HAROOMAN FA THOHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QORIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDROTIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHOOLIHIIN.

Arti Doa Sholat Dhuha

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah dhuhamu, keagungan itu merupakan keagunganmu, keindahan itu merupakan keindahanmu, kekuatan itu adalah kekuatanmu, kekuasaan itu adalah kekuasaanmu, dan penjagaan-penjagaan adalah penjagaanmu.

Ya Allah, jika rezeki aku masih di langit maka turunkanlah, jika ada di dalam bumi maka keluarkanlah, jika sulit maka mudahkanlah, apabila itu haram maka sucikanlah, jika jauh maka dekatkanlah.
Demi kebenaran dhuhamu, keagunganmu, keindahanmu, kekuatanmu dan kekuasaanmu, berikanlah kepadaku sebagaimana apa yang engkau berikan kepada hambamu yang sholeh.
Perhatian : Doa diatas sangat banyak beredar di internet perlu diketahui doa diatas tidak shahih, tidak ada dalil yang kuat. Apakah boleh diamalkan? Perlu dipahami dan dijadikan prinsip bagi setiap orang yang beriman, bahwa ibadah dalam agama Islam bersifat tauqifiyah, artinya menunggu dalil. Karena hukum asal ibadah adalah haram kecuali jika ada dalilnya. Apapun bentuk ibadah tersebut dan siapapun yang mengajarkannya satu harga mati: semua harus berdalil. Jika tidak, maka itu bukan ibadah meskipun keliatannya adalah ibadah.

Bacaan Doa Kunut Sholat Subuh Arab Latin dan Arti Lengkap

sholat subuh tidak lengkap dengan tidak membaca qunut, nah apakah kamu tau bagaimana cara membaca doa kunut yang baik dan benar, yuk simak penjelasannya berikut ini.

Bacaan doa qunut hanya dibacakan pada sholat tertentu seperti subuh dan witir. Untuk anda yang menjadi makmum dan anda tidak hafal doa qunut boleh dengan mengaminkan saja. Secara bahasa (etimologi) kata Qunut berasal dari kata Qanata yang artinya patuh dalam mengabdi (kepada Allah Azza Wa Jalla).

Qunut mempunyai beberapa arti, antara lain berarti tegak, taat berbakti, berdoa sambil berdiri, berlaku ikhlas dan berdiam diri dalam sholat mendengarkan bacaan imam. Adapun pengertian Qunut menurut istilah (terminology) yaitu dzikir-dzikir khusus yang mencakup atas doa dan pujian kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan menggunakan bentuk kalimat yang dikehendaki serta mencakup kandungan doa dan pujian.

arti qunut

Dalam pelaksanaan doa qunut, ada yang mengatakan sebelum ruku’ dan ada pula yang berpendapat sesudah ruku’ pada rakaat terakhir setiap shalat fardhu atau sunat. Karena semua cara itu pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Dibawah ini adalah doa qunut pendek yang dibaca untuk imam pada saat sholat subuh berjamaah. Untuk anda wanita yang melaksanakan sholat subuh dirumah dan ingin membaca doa qunut tentu harus dihafal.

Doa Qunut Subuh
Bacaan Arab Doa Qunut
bacaan latin doa qunut

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ ,وَ عَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ ,وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ
وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ ,وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ ،فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ
وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ ,وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ ,فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ
وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Doa Qunut Latin
ALLAHUMMAH DINII -NAA FII MAN HADAIT.
WA’AAFINII -NAA FII MAN ‘AAFAIIT.
WA TAWALANII -NAA FII MAN TAWALLAIIT.
WA BAARIK LII -LANA FIIMAA A’THAIIT
WA QINII -NAA SYARRAMAA QADTHAIIT.
FA INNAKA TAQDTHII WALAA YUQTHDAA ‘ALAIIK.
WA INNAHU LA YADZILLU MAN WALAIIT.
WALAA YA’IZZU MAN ‘AADAIIT.
TABAA RAKTA RABBANAA WATA ‘AALAIT
FA LAKAL-HAMDU ‘ALAA MAA QADHAIIT.
ASTAGFIRUKA WA ATUUBU ILAIIK.
WA SHALLALLAAHU ‘ALAA SAYYIDINA MUHAMMADININ-NABIYYIL UMMIYYI WA’ALAA AALIHII WA SHAHBIHI WA SALLAM.

Bacaan Doa Qunut untuk Imam

Catatan : Doa Qunut untuk imam perbedaan hanya ada pada kata NII dan NAA. Adapaun satu yang LII diubah menjadi LANA.
Kata “NII” (untuk sholat munfarid atau sendiri) dan “NAA” (untuk dibaca imam ketika lagi sholat berjamaah).

Bagaimana apabila makmum tidak hafal doa qunut?
Ketika anda menjadi makmum dan tidak hafal doa qunut, bisa dengan mengaminkan saja. Jangan salah saat mengucapkan “AAMIIN” karena apabila nadanya salah artinya sudah beda, untuk membaca aamiin yang benar adalah huruf “A” dengan rentan waktu 2 ketukan dan huruf “I” rentan waktu hingga 6 ketukan.
Arti Doa Qunut
“Ya Allah, tunjukkanlah saya sebagaimana mereka yang sudah Engkau berikan petunjuk.

Dan kasihkanlah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau sudah kasih kesehatan.

Dan peliharalah aku sebagaimana orang yang telah Engkau pelihara.

Dan berilah keberkahan bagiku pada segala apa yang Engkau sudah karuniakan.

Dan lindungi aku dari segala bahaya kejahatan yang Engkau sudah pastikan.

Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum.

Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin.

Dan tidak mulia orang yang mana Engkau memusuhinya.

Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau

Maha bagi Engkau seluruh pujian di atas yang Engkau hukumkan

Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau

(Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi kami Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”

Keterangan: untuk arti doa qunut berjamaah ganti kata “Aku” menjadi “Kami”

Doa Qunut Nazilah
Saudara kita yang gugur dalam mempertahankan tanah wilayahnya di gaza palestina semoga dimasukan ke dalam suraganya Allah yang tertinggi yaitu surga firdaus. Mari kita doakan suadara kita yang sedang di dzolimi di myanmar ataupun palestina dengan membaca doa qunut nazilah berikut ini.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ
اَللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلَ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَائَكَ
اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَ تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ

Bacaan Latin Qunut Nazilah
ALLAHUMMAGFIRLANAA WA LILMU’MINIINA WAL MU’MINAATI WAL MUSLIMIINA WALMUSLIMAATI WA ALLIF BAYNA QULUUBIHIM WA ASHLIH DZAATA BAYNIHIM WANSHURHUM ‘ALAA ‘ADUWWIKA WA’ADZUWWIHIM

ALLAHUMMAL’AN KAFARATA AHL ALKITAABI ALLADZIINA YASHUDDUUNA ‘AN SABIILIKA WAYUKADZIBUUNA RUSULAKA WAYUQAATILUUNA AWLIYAAIKA

ALLAHUMMA KHALLIF BAYNA KALIMIHIM WAZALZIL IQDAAMAHUM WAINZIL BIHIM BA’SAKA LLADZII LAA TARUDDUHUU ‘ANIL QAWMIL MUJRIMIINA.

Arti Qunut Nazilah
Ya Allah, ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. satukanlah hati mereka. Perbaikilah ikatan antara mereka dan menangkanlah mereka atas musuh engkau dan musuh mereka.

Ya Allah,Laknatilah orang-orang kafir ahli kitab yang selalu menghalangi jalan engkau, mendustakan rasul rasul engkau, dan memerangi wali-wali-Mu.

Ya Allah, Cerai beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah kepada mereka siksa Engkau yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat buruk”.

Doa Qunut Nazilah Muzammil Hasballah
Anda pasti sudah tau pemuda yang satu ini, pria yang memiliki suara yang merdu dan sangat menyentuh hati bagi seluruh para pendengar. Muzammil pernah membaca doa qunut nazilah, berikut videonya.

Bacaan Qunut Nazilah Rohingnya
Saudara kita di dzalimi, diusir dan diancam untuk di bunuh, sudah banyak nyawa muslim hilang yang berada di rohinya. Sebagian penduduk sudah berhasil kabur dari kejaran orang-orang yang ingin membutuh muslim myanmar. Namun pasti tetap saja ada perasaan hati yang tidak tenang, apalagi ada keluarga yang tertinggal. Ini waktunya kita membantu saudara kita yang berada dirohinya, bantuan harta atau doa sudah sangat membantu bagi mereka.

Bacaan Doa Qunut Nazilah Rohingnya

Cara Sujud Sahwi Apabila Lupa Doa Qunut
cara sujud sahwi
Bagaimana jika lupa doa qunut? bisa melaksanakan sujud sahwi. Walaupun hukum melakukan sujud sahwi adalah sunnah, namun sebaiknya kita melaksanakannya apabila perlu.

Cara melakukan sujud sahwi terbilang mudah, yaitu sebagaimana berikut ini.

1. Niat
Sujud sahwi harus diniatkan terlebih dulu di penghujung rakaat yang terakhir. Sesudah tahiyat akhir, sebelum mengucapkan salam, takbir dan sujud dengan lafadz doa sujud sahwi.

2. Sujud
Lafadz doa berikut ini kemudian baca 3 kali ketika sujud sahwi:

سُبْحَانَ مَنْ لاَ يَنَامُ وَلاَيَسْهُوْ

SUBHAANA MAN LAA YANAAMU WALAA YASHUU

Artinya: Maha Suci Allah, zat yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa.

3. Duduk Antara Dua Sujud
Setelah membaca lafadz doa sujud Sahwi, kita bangun dari sujud dan duduk pada posisi di antara dua sujud, persis layaknya yang biasa kita kerjakan ketika shalat. Posisi dan membaca doa diantara dua sujud seperti normalnya, apabila anda tidak tahu bacaan doa diantara doa sujud bisa gunakan fitur pencarian di blog ini.

4. Melakukan Sujud Sekali Lagi
Setelah itu, lanjutkan duduk lagi pada posisi duduk di antara dua sujud kemudian lakukan satu kali lagi sujud sahwi. Dilanjutkan duduk pada posisi tahiyat akhir dan mengucapkan salam seperti biasanya (tidak usah mengulang bacaan tahiyat akhir sekali lagi).
panduan doa qunut sholat subuh berjamaah

Apabila teman-teman kurang paham penjelasan diatas bisa tonton video berikut ini.

Doa Qunut Wajib atau Sunat

Doa Qunut Wajib atau Sunat
Diantara apakah membaca doa qunut wajib atau sunnah, yang terpenting diantara sahabat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menilai membaca qunut ini merupakan masalah sunnah dan tidak termasuk dalam hal yang wajib. Salah apabila ada suatu pihak yang mewajibkan dan memaksa membaca doa qunut.
Maka daripada itu pada kalangan sahabat ada pula yang mengamalkannya secara terus menerus contohnya Ibnu Mas’ud r.a. dan Abu Hurairah r.a., serta ada juga yang mengerjakannya disaat masih kondisi peperangan sekalipun, Adapun yang membaca qunut ketika terkena musibah seperti Abu Muhammad r.a., Adapun yang membaca qunut saat melaksanakan sholat witir hanya pada bulan ramadhan seperti Ali bin Abi Thalib r.a.

Namun ada juga yang tidak pernah membaca qunut sama sekali seperti Ibnu Umar r.a. karena sebab hal ini tidak termasuk dalam masalah wajib jadi tergantung kemauan kepada diri tiap tiap orang atau kaum muslim untuk membacanya atau tidak.

Dilanjutkan penjelasan hukum qunut dibagian bawah telah saya sediakan lebih lengkapnya.

Manfaat dan Keutamaan Doa Qunut

manfaat dan keutamaan doa qunut
Membaca doa qunut bukan hanya sekadar doa yang dibaca untuk memohon kepada Allah SWT. Mengamalkan doa qunut terdapat beberapa kelebihan dan manfaat yang dapat diperoleh oleh orang yang mengamalkan doa qunut. Berikut ini manfaat besar membaca doa qunut diantaranya adalah:

Memberikan Petunjuk
Memberikan Petunjuk
Lafadz doa qunut ada kata yang berbunyi “ Allahummahdinii fii man hadaiit” yaitu artinya bahwa permintaan seorang hamba kepada Allah agar diberikan petunjuk.

Kata kata tersebut bisa juga dianggap sebagai kata kata tawasul, tawasul adalah yang menerangkan adanya suatu nikmat hidayah sama halnya seperti Allah SWT memberikan hidayahnya untuk hamba yang lainnya.

Dengan membaca doa qunut ketika shalat shubuh insyaAllah, Allah Tuhan yang Maha Besar akan menganugerahkan petunjuk kepada seluruh para hambanya. Petunjuk yang diberikan dapat berbentuk ilmu yang bermanfaat ataupun berbagai macam kebaikan.

Mendapatkan Perlindungan
Mendapatkan Perlindungan
Allah SWT akan senantiasa melindungi dan menjaga hambanya supaya selamat dan aman dari segala berbagai macam bahaya yang mengancam, sebab Allah memiliki sifat Maha pengasih serta juga pula Maha penyayang. Ketika para hambanya memohon dengan tulus perlindungan, maka Allah akan menganugerahkan, menjaga, dan melindungi hambanya.

Di dalam doa qunut terdapat kata yang berbunyi “Wa’aafinii fii man ‘afaiit” yang memiliki makna kasihkanlah hamba keselamatan sebagaimana hamba Mu yang lain yang sudah dikasih keselamatan.

Kata tersebut menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan perlindungan untuk seluruh hambanya dengan mememberikan keselamatan untuk hambanya yang memohon dengan tulus dan ikhlas.

Perlindungan yang diberikan oleh Allah untuk hambanya tidak hanya perlindungan dalam keselamatan di dunia saja, akan tetapi juga keselamatan untuk di akhirat kelak apabila anda tetap istiqomah didalam jalanNya.

Dengan sering membaca qunut, Allah senantiasa melindungi umat manusia yang meminta perlidungannya dari musibah yang sedang atau akandilewati supaya hambanya tersebut selalu berada di jalan yang lurus, aman dan benar.

Menghindarkan Dari Berbagai Penyakit
Menghindarkan Dari Berbagai Penyakit
Pada kalimat “wa’aafini fii man hadaiit” tidak hanya diyakini memberi perlindungan dalam bentuk keselamatan. Kalimat tersebut juga bisa diartikan dalam memberikan keselamatan contohnya mencegah seluruh hambaNya dari berbagai jenis penyakit, baik itu penyakit hati atau penyakit yang ada pada badan normalnya.

Dengan sering melafadzkan doa qunut bisa menggiring manusia agar tercegah dari berbagai hal yang berlawanan entah baik dari segi hawa nafsu maupun dari harta dan tahta.

Disamping itu penyakit hati, membaca qunut sekaligus bisa membuat jiwa dan raga semakin sehat, sehingga tidak mudah terkena penyakit fisik.

Memberikan Berkah Terhadap Nikmat Yang Diberikan
Memberikan Berkah Terhadap Nikmat Yang Diberikan
Pada doa qunut pula terdapat kalimat berbunyi “wabaariklii fiimaa a’thoiit” yang artinya berkahilah kepada aku apa yang telah Engkau kasih.

Seperti yang sudah jelas pada kalimat itu, artinya menunjukkan dan menjelaskan bahwa Allah senantiasa menganugerahkan berbagai macam kebaikan berbentuk berkah untuk seluruh hambanya. Sedikit atau banyaknya jumlah nikmat yang telah diberikan Allah untuk seluruh hambanya, pasti ada berkah disetiap nikmat itu. “Maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan?”

Hukum Doa Qunut

Penjelasan lain menurut berbagai ulama.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin pernah ditanya: Bagaimana pendapat empat Imam Madzhab mengenai qunut?

Syaikh rahimahullah menjawab:

Pendapat imam madzhab dalam masalah qunut adalah sebagai berikut.

Pertama: Ulama Malikiyyah

Mereka berpendapat bahwa tidak ada qunut kecuali pada shalat shubuh saja. Tidak ada qunut pada shalat witir dan shalat-shalat lainnya.

Kedua: Ulama Syafi’iyyah

Mereka berpendapat bahwa tidak ada qunut dalam shalat witir kecuali ketika separuh akhir dari bulan Ramadhan. Dan tidak ada qunut dalam shalat lima waktu yang lainnya selain pada shalat shubuh dalam setiap keadaan (baik kondisi kaum muslimin tertimpa musibah ataupun tidak, -pen). Qunut juga berlaku pada selain shubuh jika kaum muslimin tertimpa musibah (yaitu qunut nazilah).

Ketiga: Ulama Hanafiyyah

Disyariatkan qunut pada shalat witir. Tidak disyariatkan qunut pada shalat lainnya kecuali pada saat nawaazil yaitu kaum muslimin tertimpa musibah, namun qunut nawaazil ini hanya pada shalat shubuh saja dan yang membaca qunut adalah imam, lalu diaminkan oleh jama’ah dan tidak ada qunut jika shalatnya munfarid (sendirian).

Keempat: Ulama Hanabilah (Hambali)

Mereka berpendapat bahwa disyari’atkan qunut dalam witir. Tidak disyariatkan qunut pada shalat lainnya kecuali jika ada musibah yang besar selain musibah penyakit. Pada kondisi ini imam atau yang mewakilinya berqunut pada shalat lima waktu selain shalat Jum’at.

Sedangkan Imam Ahmad sendiri berpendapat, tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan qunut witir sebelum atau sesudah ruku’.

Inilah pendapat para imam madzhab. Namun pendapat yang lebih kuat, tidak disyari’atkan qunut pada shalat fardhu kecuali pada saat nawazil (kaum muslimin tertimpa musibah). Adapun qunut witir tidak ada satu hadits shahih pun dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan beliau melakukan qunut witir. Akan tetapi dalam kitab Sunan ditunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan Al Hasan bin ‘Ali bacaan yang diucapkan pada qunut witir yaitu “Allahummah diini fiiman hadayt …”. Sebagian ulama menshahihkan hadits ini[1]. Jika seseorang melakukan qunut witir, maka itu baik. Jika meninggalkannya, juga baik. Hanya Allah yang memberi taufik. (Ditulis oleh Syaikh Muhammad Ash Sholih Al ‘Utsaimin, 7/ 3/ 1398)[2]

Adapun mengenai qunut shubuh secara lebih spesifik, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin menjelaskan dalam fatwa lainnya. Beliau pernah ditanya: “Apakah disyari’atkan do’a qunut witir (Allahummah diini fiiman hadayt …) dibaca pada raka’at terakhir shalat shubuh?”

Beliau rahimahullah menjelaskan: “Qunut shubuh dengan do’a selain do’a ini (selain do’a “Allahummah diini fiiman hadayt …”), maka di situ ada perselisihan di antara para ulama. Pendapat yang lebih tepat adalah tidak ada qunut dalam shalat shubuh kecuali jika di sana terdapat sebab yang berkaitan dengan kaum muslimin secara umum. Sebagaimana apabila kaum muslimin tertimpa musibah -selain musibah wabah penyakit-, maka pada saat ini mereka membaca qunut pada setiap shalat fardhu. Tujuannya agar dengan do’a qunut tersebut, Allah membebaskan musibah yang ada.”

Apakah perlu mengangkat tangan dan mengaminkan ketika imam membaca qunut shubuh?

Dalam lanjutan perkataannya di atas, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin mengatakan:

“Oleh karena itu, seandainya imam membaca qunut shubuh, maka makmum hendaklah mengikuti imam dalam qunut tersebut. Lalu makmum hendaknya mengamininya sebagaimana Imam Ahmad rahimahullah memiliki perkataan dalam masalah ini. Hal ini dilakukan untuk menyatukan kaum muslimin.

Adapun jika timbul permusuhan dan kebencian dalam perselisihan semacam ini padahal di sini masih ada ruang berijtihad bagi umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ini selayaknya tidaklah terjadi. Bahkan wajib bagi kaum muslimin –khususnya para penuntut ilmu syar’i- untuk berlapang dada dalam masalah yang masih boleh ada perselisihan antara satu dan lainnya. ” [3]

Dalam penjelasan lainnya, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin mengatakan, “Yang lebih tepat makmum hendaknya mengaminkan do’a (qunut) imam. Makmum mengangkat tangan mengikuti imam karena ditakutkan akan terjadi perselisihan antara satu dan lainnya. Imam Ahmad memiliki pendapat bahwa apabila seseorang bermakmum di belakang imam yang membaca qunut shubuh, maka hendaklah dia mengikuti dan mengamini do’anya. Padahal Imam Ahmad berpendapat tidak disyari’atkannya qunut shubuh sebagaimana yang sudah diketahui dari pendapat beliau. Akan tetapi, Imam Ahmad rahimahullah memberikan keringanan dalam hal ini yaitu mengamini dan mengangkat tangan ketika imam melakukan qunut shubuh. Hal ini dilakukan karena khawatir terjadinya perselisihan yang dapat menyebabkan renggangnya hati (antar sesama muslim).”[4]

Penjelasan lain dari akun Rogue di Yahoo Answers

Nabi tidak melakukan Qunut di setiap sholat subuh kalau di Indonesia yg mewajibkan qunut ni NU
ada 3 pendapat soal Qunut dari Imam 4 Mahzab
1. Pendapat Qunut sunnah secara terus menerus dilakukan adalah pendapat Imam Malik dan Imam Syafi’i
2. Pendapat bahwa Qunut dah dihapuskan hukumnya ini pendapat Imam Hanafi
3. Pendapat bahwa Qunut disunnahkan apabila ada suatu keperluan atau Qunut nazilah ni pendapat Imam Ahmad

Hadits yang paling kuat:
“Sesungguhnya Nabi shollallahu ‘alaihi wa a lihi wa sallam tidak melakukan qunut kecuali bila beliau berdo’a untuk (kebaikan) suatu kaum atau berdo’a (kejelekan atas suatu kaum)” . Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah 1/314 no. 620 dan dan Ibnul Jauzi dalam At-Tahqiq 1/460 dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 639.

kesimpulannya adalah :
1. Nabi tidaklah terus menerus melakukan qunut di setiap waktu Sholat Subuh
2. Qunut dilakukan Nabi untuk mendoakan kebaikan atau kejelekan kaum tertentu, contoh ini pernah ketika 40/60 sahabat saya lupa yg dikirim untuk berdakwah ternyata dijebak dan dibunuh oleh orang-orang yg meminta dikirimi ini, sehingga dalam tempo 1/3 bulan (saya lupa lagi) Nabi terus mendoakan kebaikan buat para sahabat yg terbunuh, dan kejelekan bagi para yg membunuh

Doa Qunut Imam Masjidil Haram

Cara Sholat Subuh Tanpa Qunut
Sholat subuh tanpa membaca qunut tidak apa-apa dan di anggap sah sholatnya, bahkan sholat subuh lebih afdhal tidak memakai qunut. Penjelasannya lengkap bisa tonton video berikut.

Hanya Allah yang memberi taufik.

Disusun di Batu Merah, kota Ambon, 5 Syawal 1430 H

[1] Hadits ini diriwayakan oleh At Tirmidzi, Abu Daud, An Nasa-i, Ibnu Majah, dan Ad Darimiy. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dalm Misykatul Mashobih 1273 [20].
[2] Majmu’ Fatawa wa Rosa-il Ibnu ‘Utsaimin, 14/97-98, Asy Syamilah
[3] idem, 14/78
[4] idem, 14/80
Sumber : https://rumaysho.com/529-qunut-shubuh-dalam-pandangan-empat-madz-hab-2.html
https://www.youtube.com/channel/UCW9V-B6E6POcnNeS0mxNoJA (channel ceramah pendek)
channel : ammartv
https://al-badar.net/pengertian-hukum-dan-bacaan-doa-qunut/

Bacaan Doa Qunut Bahasa Arab | Arti, Latin, Nazilah, Wirid, Terjemahan


http://www.kajianmuslim.net/2016/08/bacaan-doa-qunut-sholat-shubuh-lengkap-dengan-artinya.html
Share on FacebookShare on TwitterShare on Google+Share on LinkedIn
2 Responses to “Bacaan Doa Qunut Subuh | Arab, Latin, Arti, Nazilah, Dzikir, Wirid, Untuk Imam, Hukum LENGKAP”
Reyhan Suhendar mengatakan…
Assalamu’alaikum izin copy yah soalnya bermanfaat banget

8 Desember 2017 09.45
Anonim mengatakan…
Waallaikumsallam. Alhamdulillah, silakan 🙂

Panduan Shalat Jenazah Untuk Anak-Anak

Panduan Shalat Jenazah Untuk Anak-Anak – anakk kecil, bayi atau janin keguguran. harus di shalatkan. dan ada shalat jenazah untuknya.

Niat sholat mayit merupakan sebuah hal yang kiranya akan sangat penting sekali untuk di bahas kali ini , alasannya perlu di ketahui bahwa niat ini menjadi pokok dari setiap ibadah baik sunnah atau wajib , bahkan dalam sholat termasuk salah satu dari rukun yang tidak boleh di tnggalkan oleh semua orang yang melaksanakannya.

Melihat begitu pentingnya bacaan niat di setiap ibadah maka kami akan menyajikannya dengan lengkap mulai dari bahasa arab , latin dan artinya juga kami akan menyajikan banyak sekali jenis niat sholat mayit mulai dari perempuan remaja , laki-laki , anak laki-laki dan juga bayi , supaya saat kita akan menyolatkan mayit kita sudah siap semua ilmunya.

Perlu di ketahui bahwa pada sholat mayit ini ada tata cara sholat jenazahyang harus kita pahami secara baik , alasannya sholat mayit ini berbeda dengan sholat-sholat pada umumnya , jikalau sholat yang bisanya ada ruku , sujud dan takhiyat tetapi pada sholat mayit ini tidak ada dan ini yang menjadi perbedaan yang sangat menonjol antara sholat biasa dan sholat jenazah. Untuk Niatnya mampu di simak di bawah ini.

Niat Sholat Jenazah Perempuan Dan Laki-laki , Untuk Bayi Dan Anak Kecil Lengkap Latin Dan Artinya

Niat Untuk Mayit Laki-Laki

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Usholli ‘alaa haadzalmayyiti arba’a takhbiraatin fardhol kifaayati ma’muman lillahi ta’aala
Artinya :
Saya niat atas mayit ini empat kali takhbit fardlu kifayah alasannya menjadi ma’mun alasannya alloh taala.

Niat Untuk Mayit Perempuan

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Usholli ‘ala haadzal mayyitati arba’a takhbirotin fardhol kifaayati ma’muman lillahi taala
Artinya :
Saya niat sholat atas mayit perempuan ini empat kali takhbir fardhu kifayah alasannya menjadi ma’mun alasannya allah taala

Perlu Kita ketahui bahwa niat di atas yakni niat jikalau kita menjadi ma’mun , maka jikalau kita menjadi imam maka lapadz ma’muman di ganti menjadi imaaman , ibarat rujukan di bawah ini.

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Usholli ‘alaa hadzal mayyiti arba’a takhbirotin fardhu kifayatin imaaman lillahi taala
Artinya :
Saya niat atas mayit ini empat kali takhbir fardlu kifayah menjadi imam alasannya allah ta’alaa

Niat Untuk Mayit Anak Laki-Laki

اُصَلّىْ عَلىَ هَذَا مَيِّتِ الطّفْلِ اَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ اْلكِفَايَةِ مَأمُوْمًا/اِمَامًا لِلهِ تَعَالىَ

Usolli ‘ala hadzal mayyiti tifli arba’a takhbirotin fardhu kifayatin ma’muman/imaaman lillahi ta’alaa
Artinya :
Aku niat mengerjakan sholat atas mayit anak laki-laki ini empat kali takhbiran sebagai ma’mum/imam alasannya allah taalaa.

Niat Untuk Mayit Anak Perempuan

اُصَلّىْ عَلىَ هَذِهِ مَيِّتَةِ الطّفْلَةِ اَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ اْلكِفَايَةِ مَأمُوْمًا/اِمَامًا لِلهِ تَعَالىَ

Usolli ‘ala hadihil mayyitati tiflati arba’a takbirotin fardhu kifayati ma’muman/imaman lillahi ta’alaa
Artinya:
Aku niat mengerjakan sholat atas mayit anak perempuan ini empat kali takhbiran fardu kifayah sebagai ma’mum/imam alasannya allah ta’alaa.

Itulah ulasan kami wacana niat sholat jenazah biar dengan adanya pembahasan ini menjadi suatu wawasan yang bermanfaat bagi kita semua , dari kami mohon maaf atas segala kekurangan dan juga kesalahannya , dan kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Untuk lebih memperdalam hal ini silahkan anda pelajari semua yang berkaitan dengan niat sholat mayit laki laki , untuk perempuan anak kecil orang banyak pria sesuai sunnah bacaan shalat doa takbir ke 4 , latin , dalam bahasa arab , tata cara , setelah , memandikan , 2 orang dan yang lainnya.

shalat jenazah untuk anak anak

Panduan Sholat Fardu 5 waktu

bagaimana cara sholat yang baik dan benar? ikuti panduan ini karena sudah terangkum jelas.

Shalat berasal dari kata bahasa arab yang artinya menurut bahasa ialah doa.

 

Menurut syara` shalat adalah berhadap hati kepada Allah sebagai ibadat dalam bentuk beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam serta menurut syarat-syarat yang telah ditentukan syara’.

 

Bacaan Takbir Niat Shalat Lima Waktu :

 

  1.      Dhuhur

أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى

“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Dhuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

 

  1.      Ashar

أُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى

“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

 

  1.      Magrib

أُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى

“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Magrib tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

 

  1.      Insya

أُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى

“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

 

  1.      Subuh

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى

“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

 

Tata Cara Dalam Mengerjakan Shalat Lima Waktu :

  1. Berdiri tegak menghadap kiblat dan niat mengerjakan shalat

Niat merupakan perbuatan hati yang dilafazkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.

Cara melafazkan bacaan niat shalat fardhu dilafazkan dalam hati menurut shalat masing-masing yang sedang dikerjakan, misalnya shalat shubuh, dhuhur atau yang lainnya.

Lalu mengangkat kedua belah tangan serta membaca TakbiratuL ihram “ALLAHU AKBAR”, setelah takbiratul ihram kedua belah tangan di sedekapkan pada dada.

Kemudian membaca do’a iftitah :

ALLAHU AKBAR KABIRAAN WAL HAMDU LILLAHI KATSIIRAAN WASUBHAANALLAHI BUKRATAN WA ASHIILAA.

INNII WAJJAAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARASSAMAAWAATI WAL-ARDHA HANIIFAN MUSLIMAN WAMAAANAA MINAL MUSYRIKIIN.

INNA SHALAATII WANUSUKII .WAMAHYAAYA WAMAMAATI  LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN.

LAASYARIIKALAHU WABIDZAALIKA UMIRTU WA ANAA MINAL MUSLIMIN.

Artinya :

“Allah Maha Besar lagi sempurna Kcbesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya shalatku ibadatku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah Seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin”.

 

  1. Membaca Al Fatihah

Selesai membaca doa iftitah, sambil tangan tetap bersedekap kemudian kita membaca surat Al Fatihah :

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM.

“ALHAMDU LILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN. ARRAHMAANIRAHIIM. MAALIKI YAUMIDDIIN. IYYAAKA NA`BUDU WAIYYAAKA NASTA -`IIN. IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIM. SHIRAATHAL LADZIINA AN-‘AMTA ‘ALAIHIM. GHAIRIL MAGHDHUUBI `ALAIHIM WALADH DHAAALLIIN”

AAMIIIN  

                                  

Artinya :

“Dengan nama Allah pengasih dan penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Yang pengasih dan penyayang. Yang menguasai hari kemudian. Pada-Mu lah aku mengabdi dan kepada-Mu lah aku meminta pertolongan. Tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Bagaikan jalannya orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat. Bukan jalan mereka yang pernah Engkau murkai, atau jalannya orang-orang yang sesat”.

Sesudah selesai membaca fatihah dalam raka’at yang pertama dan kedua bagi orang yang shalat sendirian atau imam disunatkan membaca surat atau ayat Al-Qur’an.

  1. Ruku`

Selesai membaca surat atau ayat Al Qur`an, lalu mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca takbir “Allahu Akbar”, terus badannya membungkuk, kedua tangan kita memegang lutut dengan jari-jari tangan renggang dan posisi punggung dengan kepala rata.

Setelah cukup sempurna bacalah tasbih sebagai berikut, sebanyak tiga kali ;

SUBHAANA RABBIYAL ‘A-DZHIIMI WABIHAMDIH ( 3 x)

Artinya :

“Mahasuci Tuhan Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya”.

  1. I`tidal

Kemudian, sesudah melakukan ruku` kita lanjutkan dengan i`tidal.

Cara melakukan i`tidal dalam melaksanakan shalat yaitu bangkit berdiri tegak dengan mengangkat kedua belah tangan sejajar telinga sambil membaca bacaan berikut ;

 

SAMI `ALLAAHU LIMAN HAMIDAH

Artinya :

“Allah mendengar orang yang memuji-Nya”

Pada waktu berdiri tegak terus membaca ;

RABBANAA LAKAL HAMDU MIL-USSAMAAWAATI WA MIL-UL ARDHI WAMIL U MAA SYI’TA MIN SYAI IN BA’DU

Artinya :

“ Ya Allah Tuhan kami hanya milik-Mu lah segala puji, pujian sepenuh langit, sepenuh bumi, sepenuh apa yang ada diantara keduanya dan sepenuh segala sesuatu yang Engkau kehendaki dan setelahnya“.

Catt :

Apabila yang dikerjakan Shalat Subuh, setelah i’tidal dan membaca doa i’tidal pada rakaat terakhir, maka di sunatkan untuk membaca doa qunut lalu kemudian baru sujud dan bacaan doa qunut hukum-nya sunat ab’ad atau sunat yang diberatkan yang apabila ditinggalkan atau kelupaan maka di sunatkan pula untuk melakukan sujud sahwi.

Bacaan doa qunut sebagai berikut :

“BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM”

ALLAAHUMAHDINII FIIMAN HADAIT, WA AAFINII FIIMAN AAFAIT, WATAWALLANI FIIMANGTAWALLAIT, WABAARIKLII FIIMAA A TOIT, WAQINI BIRAHMATIKA SYARAMAA QADHAIT, FAINNAKATAQDHI WALAYUQDHA ALAIK, WAINNAHU LAYADZILLU MAWWALAIT, WALAYA IDZUMAN AADAIT, TABARAK TARABANNAA WATA AALAIT, FALAKAL HAMDU ALAMAA QADHAIT, ASTAG FIRUKA WA ATUUBU ILAIK, WASHALLALLOOHU ALA SAYYIDINAA MUHAMMADIN NABIYYIL UMMIYYI WA ALA AALIHI WASHAHBIHI WABAARIK WASALLIM.

Artinya :

“Ya allah semoga enggkau memberikan petunjuk kepadaku dengan orang yang telah engkau berikan petunjuk, Dan semoga engkau memberikan keselamatan kepadaku dengan orang yang telah engkau berikan keselamatan, Dan semoga engkau memberikan pertolongan kepadaku dengan orang yang telah engkau berikan pertolongan, Dan semoga engkau memberikan berkah kepadaku dari hay yang telah engkau tetapkan, Dan semoga engkau memeriksa kami dari rahmatmu dari keburukan yang telah engkau tetapkan, Dan sesungguhnya engkaulah yang maha menghukumi dan tidak ada yang bisa menghukummu, Dan sesungguhnya engkau tidak bisa hina, orang yang engkau sayang, Dengan tidak memulyakan orang yang di satru olehmu, Dan maha tinggi Allah maka tetap segala puji bagimu, Oleh hal yang sudah engkau hukum, Aku memohon pengampunan dan taubat kepadamu Dan semoga engkau menambahkan rahmatnya kepada muhammad yang menjadi nabi, Dan semua umat kanjeng nabi muhammad Dan para sahabatnya, Semoga allah menambahkan keberkahan dan keselamatan.”

  1. Sujud

Setelah i’tidal terus sujud meletakkan dahi dan beberapa anggota badan di tempat shalat, dan ketika turun seraya membaca “ALLAHU AKBAR”.

Sebaik-baik cara sujud ialah pertama-tama meletakkan ke dua lutut di atas tempat shalat lalu kedua tangan kemudian dahi dan dan hidung sambil merenggangkan kedua ujung kaki diatas tempat shalat, dengan bertuma`ninah.

Setelah sujud membaca bacaan tasbih sebagai berikut ;

SUBHAANA RABBIYAL A’LAA WABIHAMDIH

Artinya

“Maha suci Tuhan, serta memujilah aku kepada-Nya”.

  1. Duduk Antara Dua Sujud

Setelah sujud yang pertama segera mengangkat kepala sambil bertakbir lalu duduk iftirasy.

Duduk iftirasy yaitu duduk diatas mata kaki atau telapak kaki kiri, telapak kaki kanan di tegakkan dan ujung jari kaki kanan di tekuk menghadap kiblat (bila tidak menyusahkan).

Dalam duduk tersebut di sunatkan membaca :

RABBIGHFIRLI WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNI WAHDINII WA’AAFINI.

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajat kami dan berilah rizqi kepadaku, dan. berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku”.

  1. Sujud Kedua

Sujud kedua, ketiga dan keempat dikerjakan seperti pada waktu sujud yang pertama, baik cara maupun bacaannya.

Dengan demikian selesailah sudah raka`at pertama dari shalat tersebut, kemudian berdiri lagi sambil mengucap takbir dan mengangkat kedua tangan untuk melaksanakan rakaat yang kedua.

Tata cara shalat pada raka`at kedua sama seperti yang cara shalat raka`at pertama, hanya saja tidak ada melafazkan bacaan niat dan tidak membaca lagi doa iftitah dan kita melakukan tasyahud awal bila shalat tiga raka’at atau empat raka’at.

Apabila kita shalat hanya dua rakaat seperti shalat shubuh kita akan melakukan tasyahud akhir di raka`at kedua (Tasyahud akhir dilakukan saat raka`at terakhir dalam shalat).

  1. Duduk Tasyahud Awal

Tata cara shalat pada raka’at kedua, kalau shalat kita tiga raka’at atau empat raka’at maka pada raka’at kedua ini kita duduk untuk membaca tasyahud/tahyat awal.

Caranya ialah duduk dengan kaki kanan tegak dan telapak kaki kiri diduduki (seperti duduk diantara dua sujud)

Ketika duduk tasyahud awal kita membaca do`a seperti di bawah ini ;

ATTAHIYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAA-TUTH THAYY1BAATU LILLAAH.

ASSALAAMU ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.

ASSALAAMUALAINAA WA’ALAA `IBAADILLAAHISH SHAALIHHN.

ASY-HADU AL LAA ILAAHA ILLALLAAH, WA ASYHADUANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.

ALLAAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.

Artinya :

“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad”

  1. Tasyahud Akhir

Cara duduk tasyahud akhir ;

  • Pantat langsung ke tanah (tempat shalat), dan kaki kiri dimasukkan kebawah kaki kanan.
  • Jari kaki kanan tetap menekan ke tanah.

Adapun bacaan saat sedang duduk tasyahud/tahyat akhir ialah ;




ATTAHIYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAA-TUTH THAYY1BAATU LILLAAH.

ASSALAAMU ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.

ASSALAAMUALAINAA WA’ALAA `IBAADILLAAHISH SHAALIHHN.

ASY-HADU AL LAA ILAAHA ILLALLAAH, WA ASYHADUANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.

ALLAAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.

WA ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.

KAMA SHALLAITA ‘ALAA SAYYIDINAAIBRAAHIIM.

WA’ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM WABAARIK-‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA-‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.

KAMAA BAARAKTA ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM.

WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM FIL’AALA MIINA INNAKA HAMIIDUM MAJIID.

Artinya :

“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad”

“Ya Allah limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad. Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia”

  1. Salam

Selesai tasyahud akhir, kemudian salam.

ketika membaca salam yang pertama muka kita menengok ke kanan.

Waktu membaca salam yang kedua muka kita menengok ke kiri, dengan masing-masing membaca :

ASSALAAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAAH

Artinya :

“Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian”

 

Dengan selesainya salam maka selesailah bahasan tata cara shalat fardhu kita, meskipun saya masih akan menyampaikan beberapa hal yang perlu anda ketahui tentang shalat, oke… langsung aja

MAKRUH DALAM SHALAT

Orang yang sedang shalat dimakruhkan melakukan hal-hal berikut ini :

  • Menutup mulutmu rapat-rapat.
  • Terbuka kepalanya.
  • Memalingkan muka ke kiri dan ke kanan.
  • Menengadah ke langit.
  • Menahan hadas.
  • Mengerjakan shalat diatas kuburan.
  • Melakukan hal-hal yang mengurangi ke khusyu’an shalat.

 

Sumber :

http://www.madrasatun.com/tata-cara-shalat-fardhu-lima-waktu-lengkap/

http://www.kajianmuslim.net/2016/08/bacaan-doa-qunut-sholat-shubuh-lengkap-dengan-artinya.html

http://wahyuadiwinata.blogspot.com/2017/08/tata-cara-dan-bacaan-sholat-sesuai.html

Doa mendoakan orang sakit dari jauh

Doa mendoakan orang sakit dari jauh – ketika ada kerabat, sahabat, keluarga yang sedang sakit yang jauh di kampung sana. kita bingung tidak bisa datang karena berbagai macam alasan terntu. baik itu jauh, dan biaya dan waktu.

untuk anda yang sedang jauh bisa mendoakan dari jauh saja.

berikut doa nya.

Doa Untuk Orang Sakit Agar Segera Mendapat Kesembuhan ini diharapkan untuk turut memohonkan ampunan bagi orang yang sedang menderita sakit, sekaligus memohonkan kesembuhan kepada orang tersebut. Sakit ialah kondisi di mana seseorang sedang menerima cobaan. Hal tersebut mampu saja disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya ialah mampu jadi untuk menguji apakah ia benar benar bertaqwa kepada Yang Mahakuasa atau tidak. Dengan diberikan ujian berupa sakit, apakah seseorang akan tetap yakin bahwa Yang Mahakuasa ialah zat yang maha kuasa, apakah ia masih mau memohon kepada Yang Mahakuasa untuk menerima kesembuhan, atau ia malah mengingkari Yang Mahakuasa dengan cara cara yang tidak baik mirip mengutuk-Nya atau mengumpat-Nya.

doa orang sakit semoga cepat sembuh

Saat salah seorang kerabat anda sedang menderita sakit, kemudian anda sebagai seorang muslim yang baik menjenguknya, pada ketika tersebutlah anda perlu untuk membacakan doa untuk orang sakit. Ini ialah bentuk kepedulian anda sebagai seorang muslim. Walaupun doa tersebut tidak berarti akan menunjukkan kesembuhan secara seketika, namu yang terang dengan perjuangan yang maksimal, hasil yang terbaik akan diberikan oleh Allah. Yang Mahakuasa tak pernah mengingkari janji-Nya. Bahwa siapa saja yang mau berdoa dan berusaha dengan penuh kesungguha serta keyakinan sudah niscaya tidak akan menerima kesusahan. Keyakinan tersebut akan menciptakan seseorang tetap tangguh dalam menghadapi apapun. Semua yang dilakukan ialah untuk Allah, bukan untuk siapa siapa. Begitupun doa untuk orang sakit yang akan terkabul ketika perjuangan penyembuhan secara medis yang sempurna telah dilakukan.

Doa Untuk Orang Sakit Bahasa Arab dan Terjemahannya
Bahasa Arab

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِهُ وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Latin

Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa wasy fihu. Wa antas syaafi, laa syifaa-a illa syifaauka, syifaa-an laa yughaadiru saqomaa

Terjemahan

Ya Allah, hilangkanlah kesusahan dan berilah kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.

Sakit dan sehat ialah dua hal yang selalu beriringan. Setiap insan pati pernah mencicipi sakit atau pun sehat. Dan semuanya telah diatur oleh Allah. Yang Mahakuasa jauh lebih mengetahui kondisi apa yang terbaik untuk umat-Nya. Bukan berarti kondisi sakit ialah sebuah azab, mampu jadi itu ialah bentuk anugerah Yang Mahakuasa yang paing pas untuk diberikan kepada hamba-Nya. Begitu pula dengan orang yang sehat. Itu ialah hal yang paling baik untuk kondisi seorang insan pada ketika tersebut, dan mampu saja berganti menjadi kondisi sakit dengan atau pun tanpa alasan yang masuk akal. Di sini insan dituntut untuk terus yakin bahwa Yang Mahakuasa selalu ada bagaimana pun kondisi umatnya. Maka dari itu, doa untuk orang sakit berikut ini perlu dihafalkan oleh insan untuk saling berbagai.

Dalam aliran agama islam, doa untuk orang sakit ialah mirip yang ada pada bacaan di atas. Namun demikian, doa yang paling baik ialah doa yang dipahami maknanya. Siapa saja berhak untuk berdoa, dengan bahasa yang dikuasainya. Yang Mahakuasa ialah Maha Tahu. Doa untuk orang sakit yang diucapkan dengan bahasa Indonesia pun akan menjadi sebuah perhitungan untuk dikabulkan atau pun tidak. Yang terang Yang Mahakuasa akan menunjukkan sesuatu yang terbaik bagi hamba-Nya yang bersungguh sungguh.

Doa mendoakan orang sakit dari jauh

Doa Setelah Iqomah Sesuai Sunnah

sebelum melaksanakan sholat, harus dikumandangkan iqomah atau iqomat. yang menandakan sholat siap untuk dilaksanakan. namun anda tau bagaimana bacaan doa ketika mendengar iqomah?

Mungkin kita pernah mendengar bahwa do’a yang dibaca ketika mendengar iqomah adalah: aqoomahallahu wa adaamaha (mudah-mudahan Allah menegakkannya dan mengekalkannya). Do’a ini pun disebutkan oleh An Nawawi dalam kitab Al Adzkar.

Inilah yang dipraktekan oleh sebagian orang ketika mendengar iqomah. Namun alangkah bagusnya kita melihat derajat hadits yang membicarakan hal ini.

Meneliti Hadits

Ada riwayat tentang doa sesudah iqomah sebagai berikut:

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْعَتَكِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ ثَابِتٍ حَدَّثَنِي رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَوْ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

أَنَّ بِلَالًا أَخَذَ فِي الْإِقَامَةِ فَلَمَّا أَنْ قَالَ قَدْ قَامَتْ الصَّلَاةُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقَامَهَا اللَّهُ وَأَدَامَهَا

و قَالَ فِي سَائِرِ الْإِقَامَةِ كَنَحْوِ حَدِيثِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي الْأَذَانِ

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Dawud Al-Ataki telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Tsabit telah menceritakan kepadaku seorang lelaki dari ahli Syam dari Syahr bin Hawsyab dari Abu Umamah atau dari sebagian sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, bahwasanya Bilal mengumandangkan iqomah, maka ketika sampai pada kalimat qod qoomatish sholah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan: “Aqamahallahu waadamaha (mudah-mudahan Allah menegakkannya dan mengekalkannya) “, dan beliau jawab dalam keseluruhan iqamatnya sebagaimana hadits Umar Radhiyallahu’anhu dalam masalah adzan. (Dikeluarkan oleh Abu Daud dalam sunannya pada Bab “bacaan ketika mendengar iqomah”)

Bagaimana penilaian para ulama mengenai hadits ini?

Penulis Tuhfatul Ahwadzi, Abul ‘Alaa Al Mubarakfuri mengatakan,

لَكِنَّ الْحَدِيثَ فِي إِسْنَادِهِ رَجُلٌ مَجْهُولٌ وَشَهْرُ بْنُ حَوْشَبٍ تَكَلَّمَ فِيهِ غَيْرُ وَاحِدٍ وَوَثَّقَهُ يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ وَأَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ .

“Hadits ini dalam sanadnya terdapat perowi majhul (tidak dikenal) yaitu Syahr bin Hawsyab. Ia dikritik oleh lebih dari satu ulama. Namun Yahya bin Ma’in dan Imam Ahmad mentsiqohkannya.” (Tuhfatul Ahwadzi, 1/525, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah)

Ibnu Hajar Al Asqolani dalam At Talkhis mengatakan,

وَهُوَ ضَعِيفٌ وَالزِّيَادَةُ فِيهِ لَا أَصْلَ لَهَا

Hadits ini dho’if,  tambahan di dalamnya tidak ada asal usulnya.” (At Talkhish, 1/211)

Ibnu Katsir dalam Irsyadul Faqih (1/105) mengatakan bahwa hadits ini tidak tsabit (tidak shahih). Asy Syaukani dalam Tuhfatudz Dzakiriin (hal. 166) mengatakan bahwa dalam hadits ini terdapat Syahr bin Hawsyab yang sudah banyak dikritik. Ibnu Rajab dalam Fathul Barinya (3/457) mengatakan bahwa sanad hadits ini dhoif.

Kesimpulannya, banyak ulama yang melemahkan (mendho’ifkan) hadits ini. Sudah kita ketahui bersama bahwa hadits dhoif adalah hadits yang tidak boleh diamalkan kecuali punya asal hukum dari hadits yang shahih.

Dukungan dari Fatwa Al Lajnah Ad Daimah (Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia)

Tanya: Apa hukum ucapan “Allahumma aqoomahallahu wa adamahaa maa daamatis samawaati wal ardh” (Semoga Alloh tetap memberikan kekuatan kepada kami untuk bisa menegakkan sholat dan melanggengkannya selama langit dan bumi masih ada) ketika dikumandangkannya iqomah?

Jawab:

Yang dituntunkan bagi orang yang mendengarkan iqomah adalah sama seperti orang yang mengumandangkannya yaitu juga mengucapkan “qod qoomatish sholaah, qod qoomatish sholaah” karena iqomah itu termasuk adzan kedua (sehingga hukumnya sama dengan adzan, pen). Sedangkan terdapat dalam hadits yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata, “Jika seseorang mendengar muadzin mengumandangkan adzan, maka hendaklah ia mengucapkan sebagaimana diucapkan oleh muadzin.” (HR. Muslim, At Tirmidzi, An Nasai, Abu Daud dan Ahmad)

Sebagian ulama menganjurkan bahwa orang yang mendengar “qod qoomatish sholaah” hendaklah mengucapkan “aqoomahallahu wa adaamah.” Landasan dari ulama ini adalah hadits bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan seperti ini ketika dikumandangkannya iqomah. Namun perlu diketahui bahwa hadits tersebut adalah hadits yang dhoif (lemah). Yang tepat adalah mengucapkan sebagaimana diucapkan muadzin yaitu ucapan: qod qoomatish sholaah.

Semoga Allah memberi taufik. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Yang menandatangani fatwa ini: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz selaku ketua, Syaikh Abdur Rozaq ‘Afifi selaku wakil ketua, dan Syaikh Abdullah bin Qu’ud selaku anggota.

[Fatwa Al Lajnah Ad Daimah, 6/91 , pertanyaan keenam dari fatwa no. 5609]

Kesimpulan

  1. Do’a ketika iqomah dengan bacaan “aqoomallahu wa adaamah” berasal dari hadits dho’if yang dikatakan oleh sebagian besar ulama pakar hadits, sehingga hadits ini tidak bisa diamalkan.
  2. Bacaan ketika iqomah adalah sama perlakuannya dengan bacaan ketika adzan yaitu orang yang mendengar iqomah mengucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh orang yang mengumandangkannya. Jadi ketika diucapkan “qod qoomatish sholaah”, maka yang mendengar juga mengucapkan “qod qoomatish sholaah”. Begitu pula ketika diucapkan “asyhadu alla ilaaha illallah, asyhadu anna muhammadar rasulullah”, maka ucapkanlah semisal itu pula. Sedangkan pada lafazh “hayya ‘alash sholaah” dan “hayya ‘ala falah“, ucapkanlah “laa haula quwwata illa billah” Alasannya, karena iqomah adalah adzan kedua sehingga berlaku sama dengan adzan pertama. Lihatlah penjelasan dari Fatwa Lajnah Ad Daimah di atas.
  3. Do’a sesudah iqomah tidak ada bacaan tertentu, berbeda dengan do’a sesudah adzan.
  4. Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Sebagian ulama membolehkan dibacakannya do’a ini (aqoomahallahu wa adaamaha). Mereka katakan bahwa orang yang mendengar iqomah hendaklah mengucapkan sebagaimana yang diucapkan orang yang mengumandangkannya kecuali pada lafazh “qod qoomatish sholaah”, ketika itu ia ucapkan “aqoomahallahu wa adaamaha”. Intinya, masalah ini masih ada silang pendapat di antara ulama Ahlis Sunnah. Sehingga tidak pantas mengatakan orang yang mempraktekkan do’a ini sebagai ahli bid’ah.” Semoga point terakhir ini bisa menjadi perhatian kita. (Kaset Liqo’ Al Bab Al Maftuh, kaset no. 23)

Do’a sesudah adzan dapat dilihat dalam hadits berikut:

Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa mengucapkan setelah mendengar adzan ‘Allahumma robba hadzihid da’watit taammati wash sholatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda alladzi wa ‘adtah’ [Ya Allah, Rabb pemilik dakwah yang sempurna ini (dakwah tauhid), shalat yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad wasilah (kedudukan yang tinggi), dan fadilah (kedudukan lain yang mulia). Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqom (kedudukan) terpuji yang telah Engkau janjikan padanya], maka dia akan mendapatkan syafa’atku kelak.” (HR.Bukhari no. 614)

Semoga sajian singkat ini bermanfaat. Hanya Allah yang beri taufik.

Disusun di wisma MTI, 6 Jumadil Awwal 1431 H (20/04/2010)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel rumaysho.com

doa setelah iqomah sesuai sunnah

Apa yang harus di lakukan apabila tidak hafal doa qunut?

jika anda menjadi imam anda tidak hafal doa qunut boleh langsung sujud, karena pada dasarnya qunut termasuk dalam sunnah.

jika anda seorang makmum dan tidak hafal bisa membaca Amin pada saat imam membaca doa qunut.

tapi kenapa dicoba untuk dihafal saja?

Cara bacaan doa qunut. Umum mengetahui doa qunut dibaca pada iktidal rakaat kedua waktu solat subuh. Hukum membaca doa qunut adalah sunat ab’ad (sunat yang dituntut).

Doa qunut:

Bacaan Latin :

Allah hummah dini fiman hadait.
Wa’a fini fiman ‘afait.
Watawallani fiman tawalait.
Wabarikli fimaa a’tait.
Waqinii syarramaa qadzait.
Fainnaka taqdhi wala yuqdha ‘alaik. Waiinahu layadziluman walait. Walaa ya’izzuman ‘adait.
Tabaa rakta rabbana wata’alait.
Falakalhamdu ‘ala maaqadzait.
Astaghfiruka wa’atubu ilaik.
Wasallallahu ‘ala Saidina Muhammad. Wa’ala alihi wasahbihi Wasallam.

Artinya :
Ya Allah tunjukkanlah akan daku sebagaiman mereka yang telah Engkau tunjukkan

Dan berilah kesihatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesihatan

Dan peliharalah daku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan

Dan berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan

Dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan

Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum

Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin

Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya

Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau

Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan

Ku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau

(Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Jika anda menjadi imam, anda perlu membaca dan mengubah kalimah tertentu. Manakala, makmum tidak perlu membaca pada kalimah-kalimah tersebut hanya perlu menadah tangan serta menyambutnya  dengan amin sahaja. Kalimah kalimah tersebut ialah :

“Allah humah dini” kepada  “Allah humah dina”

“Wa’a fini ” kepada “Wa’a fina ”

“Watawallani” kepada “Watawallana”

“Wabarikli”  kepada “Wabariklana”

“Waqinii” kepada “Waqina”

TERLUPA UNTUK BACA DOA QUNUT
Perkara ini sering berlaku kepada kita ketika solat subuh iaitu terlupa untuk baca doa qunut dan terus sujud. Jadi SAH atau TIDAK solat kita.

Solat kita sah kerana membaca doa qunut itu sunat. Namun disunatkan untuk melakukan sujud syahwi kerana membaca doa qunut adalah sunat aba’ad.

CARA MELAKUKAN SUJUD SYAHWI
Sujud syahwi dilakukan selepas selesai bacaan tahiyat akhir dan sebelum salam.
Melakukan sujud sebanyak dua kali.
Pada kedua-dua sujud berikut hendaklah membaca tasbih ini:

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْ
Subhaana man-laa yanaamu walaa yashuu

Artinya:
Maha suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa

tidak hafal doa qunut

Bacaan tasbih sholat dhuha

berikut macam macam doa sholat dhuha arab dan artinya

Macam Macam Doa Iftitah

#1 Doa iftitah ini biasa dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat sholat wajib.

اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Artinya:

Ya Allah jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana engkaujauh kan antara timur dan barat. Ya Allah bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun.

Keterangan:
Doa ini berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim.

#2 Doa iftitah ini kadang dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat sholat wajib dan kadang dibaca beliau saat sholat sunnah.

وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا (مُسْلِمًا) وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ. أَنْتَ رَبِّى وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى جَمِيعًا إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ وَاهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِى يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Artinya:
Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk (dan menyerahkan diri), dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan yang demikian itu lah aku diperintahkan. Dan aku termasuk orang yang berserah diri.

Ya Allah engkau adalah penguasa. Tiada Tuhan kecuali Engkau Semata. Ya Allah Engkau adalah Tuhanku sedangkan aku adalah hambaMu. Aku telah berbuat aniaya terhadap diriku dan aku telah mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah semua dosa-dosaku. Tiada yang dapat mengampuni dosa-dosaku melainkan Engkau.

Tunjukilah aku kepada akhlak yang terbaik. Tiada yang dapat membimbing kepada akhlak yang terbaik melainkan Engkau. Palingkanlah aku dari akhlak yang buruk. Tiada yang dapat memalingkan aku dari akhlak yang buruk melainkan Engkau. Aku penuhi panggilanmu Ya Allah. Aku patuhi perintahMu. Seluruh kebaikan berada dalam tanganmu sedangkan kejelekan apapun tidaklah pantas untuk dinisbatkan kepadaMu. Aku hanya dapat hidup karenaMu dan akan kembali kepadaMu. Maha berkah Engkau Yang Maha Tinggi, aku mohon ampunan dan bertaubat kepadaMu.

Keterangan:
Doa iftitah ini berdasarkan hadits shahih riwayat Imam Muslim. Sedangkan yang berada dalam kurung adalah tambahan dalam lafal hadits yang diriwayatkan Abu Daud.


#3 Doa Iftitah Arab dan Arti

إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Artinya:
“Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan yang demikian itu lah aku diperintahkan. Dan aku adalah orang yang pertama berserah diri.” diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

#4 Doa Iftitah Pendek

Doa iftitah ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

Artinya:
Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang.

Keterangan:
Doa iftitah ini awalnya dibaca oleh seorang sahabat. Selesai sholat, Rasulullah bertanya siapa yang membaca doa tersebut. Setelah sahabat yang membacanya menjawab, beliau bersabda: “Aku merasa kagum dengannya, langit-langit terbuka karena doa iftitah tersebut.”

#5 Doa iftitah ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim.

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

Artinya:
Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik dan penuh berkah

Keterangan:
Seperti doa iftitah di atas, doa iftitah ini awalnya juga dibaca oleh seorang sahabat. Selesai sholat, Rasulullah mensabdakan bahwa 12 malaikat berebut mencatat doa ini.

#6 Doa iftitah ini biasa dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat sholat tahajud

اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ،
اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

Artinya:
Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milikMu segala puji, Engkau yang mengatur langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milikMu segala puji, Engkau pencipta langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Engkau Maha benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar. Surga itu benar, neraka itu benar, dan kiamat itu benar.

Ya Allah, hanya kepada-Mu aku pasrah diri, hanya kepada-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu aku bertawakkal, hanya kepada-Mu aku bertaubat, hanya dengan petunjuk-Mu aku berdebat, hanya kepada-Mu aku memohon keputusan, karena itu, ampunilah aku atas dosaku yang telah lewat dan yang akan datang, yang kulakukan sembunyi-sembunyi maupun yang kulakukan terang-terangan. Engkau yang paling awal dan yang paling akhir. Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.

Keterangan:
Doa iftitah ini berdasarkan riwayat Imam Muslim, Ibnu Majah dan Ahmad

#7 Doa ini juga biasa dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat sholat tahajud

اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ أَنْتَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Artinya:
Ya Allah, Tuhannya Jibril, Mikail, dan Israfil. Pencipta langit dan bumi. Yang mengetahui yang gaib dan yang nampak. Engkau yang memutuskan diantara hamba-Mu terhadap apa yang mereka perselisihkan. Berilah petunjuk kepadaku untuk menggapai kebenaran yang diperselisihan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus.

Keterangan:
Doa iftitah ini berdasarkan riwayat Imam Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud

Semoga artikel ini bisa bermanfaat, baca juga artikel yang lainnya :