Panduan Shalat Jenazah Untuk Anak-Anak

Panduan Shalat Jenazah Untuk Anak-Anak – anakk kecil, bayi atau janin keguguran. harus di shalatkan. dan ada shalat jenazah untuknya.

Niat sholat mayit merupakan sebuah hal yang kiranya akan sangat penting sekali untuk di bahas kali ini , alasannya perlu di ketahui bahwa niat ini menjadi pokok dari setiap ibadah baik sunnah atau wajib , bahkan dalam sholat termasuk salah satu dari rukun yang tidak boleh di tnggalkan oleh semua orang yang melaksanakannya.

Melihat begitu pentingnya bacaan niat di setiap ibadah maka kami akan menyajikannya dengan lengkap mulai dari bahasa arab , latin dan artinya juga kami akan menyajikan banyak sekali jenis niat sholat mayit mulai dari perempuan remaja , laki-laki , anak laki-laki dan juga bayi , supaya saat kita akan menyolatkan mayit kita sudah siap semua ilmunya.

Perlu di ketahui bahwa pada sholat mayit ini ada tata cara sholat jenazahyang harus kita pahami secara baik , alasannya sholat mayit ini berbeda dengan sholat-sholat pada umumnya , jikalau sholat yang bisanya ada ruku , sujud dan takhiyat tetapi pada sholat mayit ini tidak ada dan ini yang menjadi perbedaan yang sangat menonjol antara sholat biasa dan sholat jenazah. Untuk Niatnya mampu di simak di bawah ini.

Niat Sholat Jenazah Perempuan Dan Laki-laki , Untuk Bayi Dan Anak Kecil Lengkap Latin Dan Artinya

Niat Untuk Mayit Laki-Laki

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Usholli ‘alaa haadzalmayyiti arba’a takhbiraatin fardhol kifaayati ma’muman lillahi ta’aala
Artinya :
Saya niat atas mayit ini empat kali takhbit fardlu kifayah alasannya menjadi ma’mun alasannya alloh taala.

Niat Untuk Mayit Perempuan

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Usholli ‘ala haadzal mayyitati arba’a takhbirotin fardhol kifaayati ma’muman lillahi taala
Artinya :
Saya niat sholat atas mayit perempuan ini empat kali takhbir fardhu kifayah alasannya menjadi ma’mun alasannya allah taala

Perlu Kita ketahui bahwa niat di atas yakni niat jikalau kita menjadi ma’mun , maka jikalau kita menjadi imam maka lapadz ma’muman di ganti menjadi imaaman , ibarat rujukan di bawah ini.

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Usholli ‘alaa hadzal mayyiti arba’a takhbirotin fardhu kifayatin imaaman lillahi taala
Artinya :
Saya niat atas mayit ini empat kali takhbir fardlu kifayah menjadi imam alasannya allah ta’alaa

Niat Untuk Mayit Anak Laki-Laki

اُصَلّىْ عَلىَ هَذَا مَيِّتِ الطّفْلِ اَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ اْلكِفَايَةِ مَأمُوْمًا/اِمَامًا لِلهِ تَعَالىَ

Usolli ‘ala hadzal mayyiti tifli arba’a takhbirotin fardhu kifayatin ma’muman/imaaman lillahi ta’alaa
Artinya :
Aku niat mengerjakan sholat atas mayit anak laki-laki ini empat kali takhbiran sebagai ma’mum/imam alasannya allah taalaa.

Niat Untuk Mayit Anak Perempuan

اُصَلّىْ عَلىَ هَذِهِ مَيِّتَةِ الطّفْلَةِ اَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ اْلكِفَايَةِ مَأمُوْمًا/اِمَامًا لِلهِ تَعَالىَ

Usolli ‘ala hadihil mayyitati tiflati arba’a takbirotin fardhu kifayati ma’muman/imaman lillahi ta’alaa
Artinya:
Aku niat mengerjakan sholat atas mayit anak perempuan ini empat kali takhbiran fardu kifayah sebagai ma’mum/imam alasannya allah ta’alaa.

Itulah ulasan kami wacana niat sholat jenazah biar dengan adanya pembahasan ini menjadi suatu wawasan yang bermanfaat bagi kita semua , dari kami mohon maaf atas segala kekurangan dan juga kesalahannya , dan kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Untuk lebih memperdalam hal ini silahkan anda pelajari semua yang berkaitan dengan niat sholat mayit laki laki , untuk perempuan anak kecil orang banyak pria sesuai sunnah bacaan shalat doa takbir ke 4 , latin , dalam bahasa arab , tata cara , setelah , memandikan , 2 orang dan yang lainnya.

shalat jenazah untuk anak anak

Panduan Sholat Fardu 5 waktu

bagaimana cara sholat yang baik dan benar? ikuti panduan ini karena sudah terangkum jelas.

Shalat berasal dari kata bahasa arab yang artinya menurut bahasa ialah doa.

 

Menurut syara` shalat adalah berhadap hati kepada Allah sebagai ibadat dalam bentuk beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam serta menurut syarat-syarat yang telah ditentukan syara’.

 

Bacaan Takbir Niat Shalat Lima Waktu :

 

  1.      Dhuhur

أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى

“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Dhuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

 

  1.      Ashar

أُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى

“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

 

  1.      Magrib

أُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى

“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Magrib tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

 

  1.      Insya

أُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى

“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

 

  1.      Subuh

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى

“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

 

Tata Cara Dalam Mengerjakan Shalat Lima Waktu :

  1. Berdiri tegak menghadap kiblat dan niat mengerjakan shalat

Niat merupakan perbuatan hati yang dilafazkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.

Cara melafazkan bacaan niat shalat fardhu dilafazkan dalam hati menurut shalat masing-masing yang sedang dikerjakan, misalnya shalat shubuh, dhuhur atau yang lainnya.

Lalu mengangkat kedua belah tangan serta membaca TakbiratuL ihram “ALLAHU AKBAR”, setelah takbiratul ihram kedua belah tangan di sedekapkan pada dada.

Kemudian membaca do’a iftitah :

ALLAHU AKBAR KABIRAAN WAL HAMDU LILLAHI KATSIIRAAN WASUBHAANALLAHI BUKRATAN WA ASHIILAA.

INNII WAJJAAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARASSAMAAWAATI WAL-ARDHA HANIIFAN MUSLIMAN WAMAAANAA MINAL MUSYRIKIIN.

INNA SHALAATII WANUSUKII .WAMAHYAAYA WAMAMAATI  LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN.

LAASYARIIKALAHU WABIDZAALIKA UMIRTU WA ANAA MINAL MUSLIMIN.

Artinya :

“Allah Maha Besar lagi sempurna Kcbesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya shalatku ibadatku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah Seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin”.

 

  1. Membaca Al Fatihah

Selesai membaca doa iftitah, sambil tangan tetap bersedekap kemudian kita membaca surat Al Fatihah :

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM.

“ALHAMDU LILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN. ARRAHMAANIRAHIIM. MAALIKI YAUMIDDIIN. IYYAAKA NA`BUDU WAIYYAAKA NASTA -`IIN. IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIM. SHIRAATHAL LADZIINA AN-‘AMTA ‘ALAIHIM. GHAIRIL MAGHDHUUBI `ALAIHIM WALADH DHAAALLIIN”

AAMIIIN  

                                  

Artinya :

“Dengan nama Allah pengasih dan penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Yang pengasih dan penyayang. Yang menguasai hari kemudian. Pada-Mu lah aku mengabdi dan kepada-Mu lah aku meminta pertolongan. Tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Bagaikan jalannya orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat. Bukan jalan mereka yang pernah Engkau murkai, atau jalannya orang-orang yang sesat”.

Sesudah selesai membaca fatihah dalam raka’at yang pertama dan kedua bagi orang yang shalat sendirian atau imam disunatkan membaca surat atau ayat Al-Qur’an.

  1. Ruku`

Selesai membaca surat atau ayat Al Qur`an, lalu mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca takbir “Allahu Akbar”, terus badannya membungkuk, kedua tangan kita memegang lutut dengan jari-jari tangan renggang dan posisi punggung dengan kepala rata.

Setelah cukup sempurna bacalah tasbih sebagai berikut, sebanyak tiga kali ;

SUBHAANA RABBIYAL ‘A-DZHIIMI WABIHAMDIH ( 3 x)

Artinya :

“Mahasuci Tuhan Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya”.

  1. I`tidal

Kemudian, sesudah melakukan ruku` kita lanjutkan dengan i`tidal.

Cara melakukan i`tidal dalam melaksanakan shalat yaitu bangkit berdiri tegak dengan mengangkat kedua belah tangan sejajar telinga sambil membaca bacaan berikut ;

 

SAMI `ALLAAHU LIMAN HAMIDAH

Artinya :

“Allah mendengar orang yang memuji-Nya”

Pada waktu berdiri tegak terus membaca ;

RABBANAA LAKAL HAMDU MIL-USSAMAAWAATI WA MIL-UL ARDHI WAMIL U MAA SYI’TA MIN SYAI IN BA’DU

Artinya :

“ Ya Allah Tuhan kami hanya milik-Mu lah segala puji, pujian sepenuh langit, sepenuh bumi, sepenuh apa yang ada diantara keduanya dan sepenuh segala sesuatu yang Engkau kehendaki dan setelahnya“.

Catt :

Apabila yang dikerjakan Shalat Subuh, setelah i’tidal dan membaca doa i’tidal pada rakaat terakhir, maka di sunatkan untuk membaca doa qunut lalu kemudian baru sujud dan bacaan doa qunut hukum-nya sunat ab’ad atau sunat yang diberatkan yang apabila ditinggalkan atau kelupaan maka di sunatkan pula untuk melakukan sujud sahwi.

Bacaan doa qunut sebagai berikut :

“BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM”

ALLAAHUMAHDINII FIIMAN HADAIT, WA AAFINII FIIMAN AAFAIT, WATAWALLANI FIIMANGTAWALLAIT, WABAARIKLII FIIMAA A TOIT, WAQINI BIRAHMATIKA SYARAMAA QADHAIT, FAINNAKATAQDHI WALAYUQDHA ALAIK, WAINNAHU LAYADZILLU MAWWALAIT, WALAYA IDZUMAN AADAIT, TABARAK TARABANNAA WATA AALAIT, FALAKAL HAMDU ALAMAA QADHAIT, ASTAG FIRUKA WA ATUUBU ILAIK, WASHALLALLOOHU ALA SAYYIDINAA MUHAMMADIN NABIYYIL UMMIYYI WA ALA AALIHI WASHAHBIHI WABAARIK WASALLIM.

Artinya :

“Ya allah semoga enggkau memberikan petunjuk kepadaku dengan orang yang telah engkau berikan petunjuk, Dan semoga engkau memberikan keselamatan kepadaku dengan orang yang telah engkau berikan keselamatan, Dan semoga engkau memberikan pertolongan kepadaku dengan orang yang telah engkau berikan pertolongan, Dan semoga engkau memberikan berkah kepadaku dari hay yang telah engkau tetapkan, Dan semoga engkau memeriksa kami dari rahmatmu dari keburukan yang telah engkau tetapkan, Dan sesungguhnya engkaulah yang maha menghukumi dan tidak ada yang bisa menghukummu, Dan sesungguhnya engkau tidak bisa hina, orang yang engkau sayang, Dengan tidak memulyakan orang yang di satru olehmu, Dan maha tinggi Allah maka tetap segala puji bagimu, Oleh hal yang sudah engkau hukum, Aku memohon pengampunan dan taubat kepadamu Dan semoga engkau menambahkan rahmatnya kepada muhammad yang menjadi nabi, Dan semua umat kanjeng nabi muhammad Dan para sahabatnya, Semoga allah menambahkan keberkahan dan keselamatan.”

  1. Sujud

Setelah i’tidal terus sujud meletakkan dahi dan beberapa anggota badan di tempat shalat, dan ketika turun seraya membaca “ALLAHU AKBAR”.

Sebaik-baik cara sujud ialah pertama-tama meletakkan ke dua lutut di atas tempat shalat lalu kedua tangan kemudian dahi dan dan hidung sambil merenggangkan kedua ujung kaki diatas tempat shalat, dengan bertuma`ninah.

Setelah sujud membaca bacaan tasbih sebagai berikut ;

SUBHAANA RABBIYAL A’LAA WABIHAMDIH

Artinya

“Maha suci Tuhan, serta memujilah aku kepada-Nya”.

  1. Duduk Antara Dua Sujud

Setelah sujud yang pertama segera mengangkat kepala sambil bertakbir lalu duduk iftirasy.

Duduk iftirasy yaitu duduk diatas mata kaki atau telapak kaki kiri, telapak kaki kanan di tegakkan dan ujung jari kaki kanan di tekuk menghadap kiblat (bila tidak menyusahkan).

Dalam duduk tersebut di sunatkan membaca :

RABBIGHFIRLI WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNI WAHDINII WA’AAFINI.

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajat kami dan berilah rizqi kepadaku, dan. berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku”.

  1. Sujud Kedua

Sujud kedua, ketiga dan keempat dikerjakan seperti pada waktu sujud yang pertama, baik cara maupun bacaannya.

Dengan demikian selesailah sudah raka`at pertama dari shalat tersebut, kemudian berdiri lagi sambil mengucap takbir dan mengangkat kedua tangan untuk melaksanakan rakaat yang kedua.

Tata cara shalat pada raka`at kedua sama seperti yang cara shalat raka`at pertama, hanya saja tidak ada melafazkan bacaan niat dan tidak membaca lagi doa iftitah dan kita melakukan tasyahud awal bila shalat tiga raka’at atau empat raka’at.

Apabila kita shalat hanya dua rakaat seperti shalat shubuh kita akan melakukan tasyahud akhir di raka`at kedua (Tasyahud akhir dilakukan saat raka`at terakhir dalam shalat).

  1. Duduk Tasyahud Awal

Tata cara shalat pada raka’at kedua, kalau shalat kita tiga raka’at atau empat raka’at maka pada raka’at kedua ini kita duduk untuk membaca tasyahud/tahyat awal.

Caranya ialah duduk dengan kaki kanan tegak dan telapak kaki kiri diduduki (seperti duduk diantara dua sujud)

Ketika duduk tasyahud awal kita membaca do`a seperti di bawah ini ;

ATTAHIYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAA-TUTH THAYY1BAATU LILLAAH.

ASSALAAMU ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.

ASSALAAMUALAINAA WA’ALAA `IBAADILLAAHISH SHAALIHHN.

ASY-HADU AL LAA ILAAHA ILLALLAAH, WA ASYHADUANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.

ALLAAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.

Artinya :

“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad”

  1. Tasyahud Akhir

Cara duduk tasyahud akhir ;

  • Pantat langsung ke tanah (tempat shalat), dan kaki kiri dimasukkan kebawah kaki kanan.
  • Jari kaki kanan tetap menekan ke tanah.

Adapun bacaan saat sedang duduk tasyahud/tahyat akhir ialah ;




ATTAHIYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAA-TUTH THAYY1BAATU LILLAAH.

ASSALAAMU ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.

ASSALAAMUALAINAA WA’ALAA `IBAADILLAAHISH SHAALIHHN.

ASY-HADU AL LAA ILAAHA ILLALLAAH, WA ASYHADUANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.

ALLAAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.

WA ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.

KAMA SHALLAITA ‘ALAA SAYYIDINAAIBRAAHIIM.

WA’ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM WABAARIK-‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA-‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.

KAMAA BAARAKTA ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM.

WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM FIL’AALA MIINA INNAKA HAMIIDUM MAJIID.

Artinya :

“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad”

“Ya Allah limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad. Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia”

  1. Salam

Selesai tasyahud akhir, kemudian salam.

ketika membaca salam yang pertama muka kita menengok ke kanan.

Waktu membaca salam yang kedua muka kita menengok ke kiri, dengan masing-masing membaca :

ASSALAAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAAH

Artinya :

“Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian”

 

Dengan selesainya salam maka selesailah bahasan tata cara shalat fardhu kita, meskipun saya masih akan menyampaikan beberapa hal yang perlu anda ketahui tentang shalat, oke… langsung aja

MAKRUH DALAM SHALAT

Orang yang sedang shalat dimakruhkan melakukan hal-hal berikut ini :

  • Menutup mulutmu rapat-rapat.
  • Terbuka kepalanya.
  • Memalingkan muka ke kiri dan ke kanan.
  • Menengadah ke langit.
  • Menahan hadas.
  • Mengerjakan shalat diatas kuburan.
  • Melakukan hal-hal yang mengurangi ke khusyu’an shalat.

 

Sumber :

http://www.madrasatun.com/tata-cara-shalat-fardhu-lima-waktu-lengkap/

http://www.kajianmuslim.net/2016/08/bacaan-doa-qunut-sholat-shubuh-lengkap-dengan-artinya.html

http://wahyuadiwinata.blogspot.com/2017/08/tata-cara-dan-bacaan-sholat-sesuai.html

Doa mendoakan orang sakit dari jauh

Doa mendoakan orang sakit dari jauh – ketika ada kerabat, sahabat, keluarga yang sedang sakit yang jauh di kampung sana. kita bingung tidak bisa datang karena berbagai macam alasan terntu. baik itu jauh, dan biaya dan waktu.

untuk anda yang sedang jauh bisa mendoakan dari jauh saja.

berikut doa nya.

Doa Untuk Orang Sakit Agar Segera Mendapat Kesembuhan ini diharapkan untuk turut memohonkan ampunan bagi orang yang sedang menderita sakit, sekaligus memohonkan kesembuhan kepada orang tersebut. Sakit ialah kondisi di mana seseorang sedang menerima cobaan. Hal tersebut mampu saja disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya ialah mampu jadi untuk menguji apakah ia benar benar bertaqwa kepada Yang Mahakuasa atau tidak. Dengan diberikan ujian berupa sakit, apakah seseorang akan tetap yakin bahwa Yang Mahakuasa ialah zat yang maha kuasa, apakah ia masih mau memohon kepada Yang Mahakuasa untuk menerima kesembuhan, atau ia malah mengingkari Yang Mahakuasa dengan cara cara yang tidak baik mirip mengutuk-Nya atau mengumpat-Nya.

doa orang sakit semoga cepat sembuh

Saat salah seorang kerabat anda sedang menderita sakit, kemudian anda sebagai seorang muslim yang baik menjenguknya, pada ketika tersebutlah anda perlu untuk membacakan doa untuk orang sakit. Ini ialah bentuk kepedulian anda sebagai seorang muslim. Walaupun doa tersebut tidak berarti akan menunjukkan kesembuhan secara seketika, namu yang terang dengan perjuangan yang maksimal, hasil yang terbaik akan diberikan oleh Allah. Yang Mahakuasa tak pernah mengingkari janji-Nya. Bahwa siapa saja yang mau berdoa dan berusaha dengan penuh kesungguha serta keyakinan sudah niscaya tidak akan menerima kesusahan. Keyakinan tersebut akan menciptakan seseorang tetap tangguh dalam menghadapi apapun. Semua yang dilakukan ialah untuk Allah, bukan untuk siapa siapa. Begitupun doa untuk orang sakit yang akan terkabul ketika perjuangan penyembuhan secara medis yang sempurna telah dilakukan.

Doa Untuk Orang Sakit Bahasa Arab dan Terjemahannya
Bahasa Arab

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِهُ وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Latin

Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa wasy fihu. Wa antas syaafi, laa syifaa-a illa syifaauka, syifaa-an laa yughaadiru saqomaa

Terjemahan

Ya Allah, hilangkanlah kesusahan dan berilah kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.

Sakit dan sehat ialah dua hal yang selalu beriringan. Setiap insan pati pernah mencicipi sakit atau pun sehat. Dan semuanya telah diatur oleh Allah. Yang Mahakuasa jauh lebih mengetahui kondisi apa yang terbaik untuk umat-Nya. Bukan berarti kondisi sakit ialah sebuah azab, mampu jadi itu ialah bentuk anugerah Yang Mahakuasa yang paing pas untuk diberikan kepada hamba-Nya. Begitu pula dengan orang yang sehat. Itu ialah hal yang paling baik untuk kondisi seorang insan pada ketika tersebut, dan mampu saja berganti menjadi kondisi sakit dengan atau pun tanpa alasan yang masuk akal. Di sini insan dituntut untuk terus yakin bahwa Yang Mahakuasa selalu ada bagaimana pun kondisi umatnya. Maka dari itu, doa untuk orang sakit berikut ini perlu dihafalkan oleh insan untuk saling berbagai.

Dalam aliran agama islam, doa untuk orang sakit ialah mirip yang ada pada bacaan di atas. Namun demikian, doa yang paling baik ialah doa yang dipahami maknanya. Siapa saja berhak untuk berdoa, dengan bahasa yang dikuasainya. Yang Mahakuasa ialah Maha Tahu. Doa untuk orang sakit yang diucapkan dengan bahasa Indonesia pun akan menjadi sebuah perhitungan untuk dikabulkan atau pun tidak. Yang terang Yang Mahakuasa akan menunjukkan sesuatu yang terbaik bagi hamba-Nya yang bersungguh sungguh.

Doa mendoakan orang sakit dari jauh

Doa Setelah Iqomah Sesuai Sunnah

sebelum melaksanakan sholat, harus dikumandangkan iqomah atau iqomat. yang menandakan sholat siap untuk dilaksanakan. namun anda tau bagaimana bacaan doa ketika mendengar iqomah?

Mungkin kita pernah mendengar bahwa do’a yang dibaca ketika mendengar iqomah adalah: aqoomahallahu wa adaamaha (mudah-mudahan Allah menegakkannya dan mengekalkannya). Do’a ini pun disebutkan oleh An Nawawi dalam kitab Al Adzkar.

Inilah yang dipraktekan oleh sebagian orang ketika mendengar iqomah. Namun alangkah bagusnya kita melihat derajat hadits yang membicarakan hal ini.

Meneliti Hadits

Ada riwayat tentang doa sesudah iqomah sebagai berikut:

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْعَتَكِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ ثَابِتٍ حَدَّثَنِي رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَوْ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

أَنَّ بِلَالًا أَخَذَ فِي الْإِقَامَةِ فَلَمَّا أَنْ قَالَ قَدْ قَامَتْ الصَّلَاةُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقَامَهَا اللَّهُ وَأَدَامَهَا

و قَالَ فِي سَائِرِ الْإِقَامَةِ كَنَحْوِ حَدِيثِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي الْأَذَانِ

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Dawud Al-Ataki telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Tsabit telah menceritakan kepadaku seorang lelaki dari ahli Syam dari Syahr bin Hawsyab dari Abu Umamah atau dari sebagian sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, bahwasanya Bilal mengumandangkan iqomah, maka ketika sampai pada kalimat qod qoomatish sholah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan: “Aqamahallahu waadamaha (mudah-mudahan Allah menegakkannya dan mengekalkannya) “, dan beliau jawab dalam keseluruhan iqamatnya sebagaimana hadits Umar Radhiyallahu’anhu dalam masalah adzan. (Dikeluarkan oleh Abu Daud dalam sunannya pada Bab “bacaan ketika mendengar iqomah”)

Bagaimana penilaian para ulama mengenai hadits ini?

Penulis Tuhfatul Ahwadzi, Abul ‘Alaa Al Mubarakfuri mengatakan,

لَكِنَّ الْحَدِيثَ فِي إِسْنَادِهِ رَجُلٌ مَجْهُولٌ وَشَهْرُ بْنُ حَوْشَبٍ تَكَلَّمَ فِيهِ غَيْرُ وَاحِدٍ وَوَثَّقَهُ يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ وَأَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ .

“Hadits ini dalam sanadnya terdapat perowi majhul (tidak dikenal) yaitu Syahr bin Hawsyab. Ia dikritik oleh lebih dari satu ulama. Namun Yahya bin Ma’in dan Imam Ahmad mentsiqohkannya.” (Tuhfatul Ahwadzi, 1/525, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah)

Ibnu Hajar Al Asqolani dalam At Talkhis mengatakan,

وَهُوَ ضَعِيفٌ وَالزِّيَادَةُ فِيهِ لَا أَصْلَ لَهَا

Hadits ini dho’if,  tambahan di dalamnya tidak ada asal usulnya.” (At Talkhish, 1/211)

Ibnu Katsir dalam Irsyadul Faqih (1/105) mengatakan bahwa hadits ini tidak tsabit (tidak shahih). Asy Syaukani dalam Tuhfatudz Dzakiriin (hal. 166) mengatakan bahwa dalam hadits ini terdapat Syahr bin Hawsyab yang sudah banyak dikritik. Ibnu Rajab dalam Fathul Barinya (3/457) mengatakan bahwa sanad hadits ini dhoif.

Kesimpulannya, banyak ulama yang melemahkan (mendho’ifkan) hadits ini. Sudah kita ketahui bersama bahwa hadits dhoif adalah hadits yang tidak boleh diamalkan kecuali punya asal hukum dari hadits yang shahih.

Dukungan dari Fatwa Al Lajnah Ad Daimah (Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia)

Tanya: Apa hukum ucapan “Allahumma aqoomahallahu wa adamahaa maa daamatis samawaati wal ardh” (Semoga Alloh tetap memberikan kekuatan kepada kami untuk bisa menegakkan sholat dan melanggengkannya selama langit dan bumi masih ada) ketika dikumandangkannya iqomah?

Jawab:

Yang dituntunkan bagi orang yang mendengarkan iqomah adalah sama seperti orang yang mengumandangkannya yaitu juga mengucapkan “qod qoomatish sholaah, qod qoomatish sholaah” karena iqomah itu termasuk adzan kedua (sehingga hukumnya sama dengan adzan, pen). Sedangkan terdapat dalam hadits yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata, “Jika seseorang mendengar muadzin mengumandangkan adzan, maka hendaklah ia mengucapkan sebagaimana diucapkan oleh muadzin.” (HR. Muslim, At Tirmidzi, An Nasai, Abu Daud dan Ahmad)

Sebagian ulama menganjurkan bahwa orang yang mendengar “qod qoomatish sholaah” hendaklah mengucapkan “aqoomahallahu wa adaamah.” Landasan dari ulama ini adalah hadits bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan seperti ini ketika dikumandangkannya iqomah. Namun perlu diketahui bahwa hadits tersebut adalah hadits yang dhoif (lemah). Yang tepat adalah mengucapkan sebagaimana diucapkan muadzin yaitu ucapan: qod qoomatish sholaah.

Semoga Allah memberi taufik. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Yang menandatangani fatwa ini: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz selaku ketua, Syaikh Abdur Rozaq ‘Afifi selaku wakil ketua, dan Syaikh Abdullah bin Qu’ud selaku anggota.

[Fatwa Al Lajnah Ad Daimah, 6/91 , pertanyaan keenam dari fatwa no. 5609]

Kesimpulan

  1. Do’a ketika iqomah dengan bacaan “aqoomallahu wa adaamah” berasal dari hadits dho’if yang dikatakan oleh sebagian besar ulama pakar hadits, sehingga hadits ini tidak bisa diamalkan.
  2. Bacaan ketika iqomah adalah sama perlakuannya dengan bacaan ketika adzan yaitu orang yang mendengar iqomah mengucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh orang yang mengumandangkannya. Jadi ketika diucapkan “qod qoomatish sholaah”, maka yang mendengar juga mengucapkan “qod qoomatish sholaah”. Begitu pula ketika diucapkan “asyhadu alla ilaaha illallah, asyhadu anna muhammadar rasulullah”, maka ucapkanlah semisal itu pula. Sedangkan pada lafazh “hayya ‘alash sholaah” dan “hayya ‘ala falah“, ucapkanlah “laa haula quwwata illa billah” Alasannya, karena iqomah adalah adzan kedua sehingga berlaku sama dengan adzan pertama. Lihatlah penjelasan dari Fatwa Lajnah Ad Daimah di atas.
  3. Do’a sesudah iqomah tidak ada bacaan tertentu, berbeda dengan do’a sesudah adzan.
  4. Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Sebagian ulama membolehkan dibacakannya do’a ini (aqoomahallahu wa adaamaha). Mereka katakan bahwa orang yang mendengar iqomah hendaklah mengucapkan sebagaimana yang diucapkan orang yang mengumandangkannya kecuali pada lafazh “qod qoomatish sholaah”, ketika itu ia ucapkan “aqoomahallahu wa adaamaha”. Intinya, masalah ini masih ada silang pendapat di antara ulama Ahlis Sunnah. Sehingga tidak pantas mengatakan orang yang mempraktekkan do’a ini sebagai ahli bid’ah.” Semoga point terakhir ini bisa menjadi perhatian kita. (Kaset Liqo’ Al Bab Al Maftuh, kaset no. 23)

Do’a sesudah adzan dapat dilihat dalam hadits berikut:

Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa mengucapkan setelah mendengar adzan ‘Allahumma robba hadzihid da’watit taammati wash sholatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda alladzi wa ‘adtah’ [Ya Allah, Rabb pemilik dakwah yang sempurna ini (dakwah tauhid), shalat yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad wasilah (kedudukan yang tinggi), dan fadilah (kedudukan lain yang mulia). Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqom (kedudukan) terpuji yang telah Engkau janjikan padanya], maka dia akan mendapatkan syafa’atku kelak.” (HR.Bukhari no. 614)

Semoga sajian singkat ini bermanfaat. Hanya Allah yang beri taufik.

Disusun di wisma MTI, 6 Jumadil Awwal 1431 H (20/04/2010)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel rumaysho.com

doa setelah iqomah sesuai sunnah

Apa yang harus di lakukan apabila tidak hafal doa qunut?

jika anda menjadi imam anda tidak hafal doa qunut boleh langsung sujud, karena pada dasarnya qunut termasuk dalam sunnah.

jika anda seorang makmum dan tidak hafal bisa membaca Amin pada saat imam membaca doa qunut.

tapi kenapa dicoba untuk dihafal saja?

Cara bacaan doa qunut. Umum mengetahui doa qunut dibaca pada iktidal rakaat kedua waktu solat subuh. Hukum membaca doa qunut adalah sunat ab’ad (sunat yang dituntut).

Doa qunut:

Bacaan Latin :

Allah hummah dini fiman hadait.
Wa’a fini fiman ‘afait.
Watawallani fiman tawalait.
Wabarikli fimaa a’tait.
Waqinii syarramaa qadzait.
Fainnaka taqdhi wala yuqdha ‘alaik. Waiinahu layadziluman walait. Walaa ya’izzuman ‘adait.
Tabaa rakta rabbana wata’alait.
Falakalhamdu ‘ala maaqadzait.
Astaghfiruka wa’atubu ilaik.
Wasallallahu ‘ala Saidina Muhammad. Wa’ala alihi wasahbihi Wasallam.

Artinya :
Ya Allah tunjukkanlah akan daku sebagaiman mereka yang telah Engkau tunjukkan

Dan berilah kesihatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesihatan

Dan peliharalah daku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan

Dan berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan

Dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan

Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum

Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin

Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya

Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau

Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan

Ku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau

(Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Jika anda menjadi imam, anda perlu membaca dan mengubah kalimah tertentu. Manakala, makmum tidak perlu membaca pada kalimah-kalimah tersebut hanya perlu menadah tangan serta menyambutnya  dengan amin sahaja. Kalimah kalimah tersebut ialah :

“Allah humah dini” kepada  “Allah humah dina”

“Wa’a fini ” kepada “Wa’a fina ”

“Watawallani” kepada “Watawallana”

“Wabarikli”  kepada “Wabariklana”

“Waqinii” kepada “Waqina”

TERLUPA UNTUK BACA DOA QUNUT
Perkara ini sering berlaku kepada kita ketika solat subuh iaitu terlupa untuk baca doa qunut dan terus sujud. Jadi SAH atau TIDAK solat kita.

Solat kita sah kerana membaca doa qunut itu sunat. Namun disunatkan untuk melakukan sujud syahwi kerana membaca doa qunut adalah sunat aba’ad.

CARA MELAKUKAN SUJUD SYAHWI
Sujud syahwi dilakukan selepas selesai bacaan tahiyat akhir dan sebelum salam.
Melakukan sujud sebanyak dua kali.
Pada kedua-dua sujud berikut hendaklah membaca tasbih ini:

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْ
Subhaana man-laa yanaamu walaa yashuu

Artinya:
Maha suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa

tidak hafal doa qunut

Bacaan tasbih sholat dhuha

berikut macam macam doa sholat dhuha arab dan artinya

Macam Macam Doa Iftitah

#1 Doa iftitah ini biasa dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat sholat wajib.

اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Artinya:

Ya Allah jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana engkaujauh kan antara timur dan barat. Ya Allah bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun.

Keterangan:
Doa ini berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim.

#2 Doa iftitah ini kadang dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat sholat wajib dan kadang dibaca beliau saat sholat sunnah.

وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا (مُسْلِمًا) وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ. أَنْتَ رَبِّى وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى جَمِيعًا إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ وَاهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِى يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Artinya:
Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk (dan menyerahkan diri), dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan yang demikian itu lah aku diperintahkan. Dan aku termasuk orang yang berserah diri.

Ya Allah engkau adalah penguasa. Tiada Tuhan kecuali Engkau Semata. Ya Allah Engkau adalah Tuhanku sedangkan aku adalah hambaMu. Aku telah berbuat aniaya terhadap diriku dan aku telah mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah semua dosa-dosaku. Tiada yang dapat mengampuni dosa-dosaku melainkan Engkau.

Tunjukilah aku kepada akhlak yang terbaik. Tiada yang dapat membimbing kepada akhlak yang terbaik melainkan Engkau. Palingkanlah aku dari akhlak yang buruk. Tiada yang dapat memalingkan aku dari akhlak yang buruk melainkan Engkau. Aku penuhi panggilanmu Ya Allah. Aku patuhi perintahMu. Seluruh kebaikan berada dalam tanganmu sedangkan kejelekan apapun tidaklah pantas untuk dinisbatkan kepadaMu. Aku hanya dapat hidup karenaMu dan akan kembali kepadaMu. Maha berkah Engkau Yang Maha Tinggi, aku mohon ampunan dan bertaubat kepadaMu.

Keterangan:
Doa iftitah ini berdasarkan hadits shahih riwayat Imam Muslim. Sedangkan yang berada dalam kurung adalah tambahan dalam lafal hadits yang diriwayatkan Abu Daud.


#3 Doa Iftitah Arab dan Arti

إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Artinya:
“Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan yang demikian itu lah aku diperintahkan. Dan aku adalah orang yang pertama berserah diri.” diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

#4 Doa Iftitah Pendek

Doa iftitah ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

Artinya:
Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang.

Keterangan:
Doa iftitah ini awalnya dibaca oleh seorang sahabat. Selesai sholat, Rasulullah bertanya siapa yang membaca doa tersebut. Setelah sahabat yang membacanya menjawab, beliau bersabda: “Aku merasa kagum dengannya, langit-langit terbuka karena doa iftitah tersebut.”

#5 Doa iftitah ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim.

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

Artinya:
Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik dan penuh berkah

Keterangan:
Seperti doa iftitah di atas, doa iftitah ini awalnya juga dibaca oleh seorang sahabat. Selesai sholat, Rasulullah mensabdakan bahwa 12 malaikat berebut mencatat doa ini.

#6 Doa iftitah ini biasa dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat sholat tahajud

اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ،
اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

Artinya:
Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milikMu segala puji, Engkau yang mengatur langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milikMu segala puji, Engkau pencipta langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Engkau Maha benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar. Surga itu benar, neraka itu benar, dan kiamat itu benar.

Ya Allah, hanya kepada-Mu aku pasrah diri, hanya kepada-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu aku bertawakkal, hanya kepada-Mu aku bertaubat, hanya dengan petunjuk-Mu aku berdebat, hanya kepada-Mu aku memohon keputusan, karena itu, ampunilah aku atas dosaku yang telah lewat dan yang akan datang, yang kulakukan sembunyi-sembunyi maupun yang kulakukan terang-terangan. Engkau yang paling awal dan yang paling akhir. Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.

Keterangan:
Doa iftitah ini berdasarkan riwayat Imam Muslim, Ibnu Majah dan Ahmad

#7 Doa ini juga biasa dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat sholat tahajud

اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ أَنْتَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Artinya:
Ya Allah, Tuhannya Jibril, Mikail, dan Israfil. Pencipta langit dan bumi. Yang mengetahui yang gaib dan yang nampak. Engkau yang memutuskan diantara hamba-Mu terhadap apa yang mereka perselisihkan. Berilah petunjuk kepadaku untuk menggapai kebenaran yang diperselisihan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus.

Keterangan:
Doa iftitah ini berdasarkan riwayat Imam Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud

Semoga artikel ini bisa bermanfaat, baca juga artikel yang lainnya :

Bacaan Doa Iftitah Pendek yang benar dalam sholat

Bacaan Doa Iftitah Pendek yang benar dalam sholat, kita harus mengikut apa yang telah nabi ajarkan, salah satunya adalah membaca doa iftitah berikut ini bacaan doa iftitah yang benar yang sesuai dengan sunnah.

Untuk yang pertama rasulullah shallallahu alaihi wasallam sering baca pada sholat fardu seperti subuh hingga isya.

اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Doa Iftitah Latin
Artinya
“Ya Allah jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana engkaujauh kan antara timur dan barat. Ya Allah bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun.”

Manfaat Sholat Tahajud Bagi Kesehatan

sholat malam yang satu ini banyak manfaat dan keutamannya. apa sajakah itu? yuk simak sampai habis.

Sholat tahajud mempunyai manfaat yang sangat besar jikalau dikerjakan secara rutin setiap malam. Karena manfaat ini pula, mengapa sehingga sholat tahajud sangat dianjurkan bagi umat muslim. Banyak dalil-dalil, baik itu Al-Qur’an maupun hadis yang menunjukkan klarifikasi perihal kandungan manfaat yang dimiliki oleh sholat sepertiga malam ini. Beberapa diantaranya seperti, penghapus dosa, pembuka rejeki, pengabul doa, dan masih banyak lagi. Tentunya, semua itu hanya mampu diraih jikalau kita rajin untuk bertahajud. Mungkin, ini pula yang menjadi sebab, Rasulullah di sepanjang hidupnya tidak pernah meninggalkan sholat tahajud. Bahkan, dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa, sebelum sholat lima waktu diwajibkan kepada Rasulullah, perintah melakukan sholat tahajudlah yang pertama kali diterima oleh ia dari Yang Mahakuasa SWT.
15 Manfaat Mengerjakan Sholat Tahajud
manfaat sholat tahajud

Artikel Terkait: Waktu Terbaik untuk Sholat Tahajud

Lantas, apa manfaat dari melakukan sholat tahajud? Nah, topik inilah yang menjadi bahan pembahasan kita kali ini. Beberapa dari manfaat tersebut telah kami sebutkan di atas. Sesuai dengan judul artikel ini, maka kami akan menunjukkan sekurang-kurangnya 15 manfaat mengerjakan sholat tahajud, selamat membaca.
Manfaat Sholat Tahajud
Manfaat yang akan di dapatkan saat melakukan sholat tahajud, di antaranya:

1. Dikabulkannya Doa-doa

Manfaat sholat tahajud yang pertama adalah dikabulkannya doa-doa. Seperti yang kita ketahuai, sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari sesudah tidur terlebih dahulu karena arti kata tahajud adalah bangun pada malam hari. Paling utama, sholat tahajud yang dikerjakan pada sepertiga malam sampai menjelang masuk waktu sholat subuh. Pada waktu inilah Allah SWT mengabulkan doa-doa hambanya. Hal ini berdasarkan keterangan hadis Nabi:

“Perintah Allah turun ke langit di waktu tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam, lalu berseru, adakah orang-orang yang memohon (berdoa) pasti akan kukabulakn, adakah orang yang meminta, pasti akan Kuberikan dan adakah yang mengharap ampunan, pasti akan kuampuni baginya sampai tiba waktu Subuh.” (Al-Hadis).

2. Allah Mengangkat Derajat ke Tempat yang Terpuji

Manfaat sholat tahajud yang kedua adalah Allah SWT akan mengangkat derajat ke tempat yang terpuji. Keterangan tentang ini dapat kita baca dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 79:

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS A1-Isra [17]: 79).

Selain itu, keterangan lain dapat ditemukan dalam hadis Rasulullah yang diriwayatkan Abi Darda r.a, bahwa Rasulullah bersabda:

“Ada 3 macam manusia, Allah SWT mencintai mereka, tersenyum kepada mereka, dan merasa senang dengan mereka, yaitu salah satunya adalah orang yang memiliki istri cantik serta tempat tidur lembut dan bagus. Kemudian ia bangun malam (untuk sholat), lalu Allah SWT berkata: ‘Ia meninggalkan kesenangannya dan mengingat Aku. Seandainya ia berkehendak, maka ia akan tidur.” (Riwayat Ath-Thabrani).

3. Mendekatkan Diri Kepada Allah

Manfaat sholat tahajud yang ketiga adalah sebagai media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini dikuatkan lewat keterangan hadis Rasullullah SAW:

“Hendaklah kalian melaksanakan sholat malam karena sholat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa.” (HR. Tirmidzi, Al-Hakim, Baihaqi. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaa Al Ghalil).

Dalam riwayat yang lain, dikatakan bahwa Jibril pernah berkata kepada Rasulullah Saw:

“Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan sholat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain”. (Silsilah Al-Hadis Ash-Shahihah).

4. Memperoleh berbagai Kemuliaan

Manfaat sholat tahajud yang keempat adalah akan memperoleh berbagai kemuliaan. Hal ini diperkuat berdasarkan keterangan hadis Rasulullah SAW, yang bersabda:

“Barangsiapa melaksanakan sholat tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan: 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”

doa sholat tahajud lengkap